Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label listrik magnet

Transformator

Transformator Pengertian transformator Transformator atau trafo adalah alat yang dapat mengubah tegangan arus bolak-balik (AC) dari satu nilai ke nilai lain yang diinginkan. Misalkan, kita memiliki televisi yang tegangannya 110 V AC, sedangkan tegangan PLN di rumah besarnya 220V AC. Untuk mengubah tegangan 220 V AC menjadi 110 V AC dibutuhkan transformator, yaitu trafo step down (penurun tegangan). Transformator terdiri dari pasangan kumparan primer dan sekunder yang dipisahkan (diisolasi) dan dililitkan pada inti besi lunak. Inti besi lunak ini terdiri dari pelat yang berlapis-lapis untuk mengurangi daya yang hilang akibat arus pusar. Prinsip kerja transformator Prinsip kerja transformator (atau yang disebut trafo) seperti percobaan induksi yang dilakukan oleh Faraday. Arus induksi mengalir melalui rangkaian sekunder ketika saklar pada rangkaian primer ditutup atau dibuka. Beberapa saat setelah saklar ditutup atau dibuka, arus induksi tidak lagi mengalir lagi melalui ran...

Ringkasan Materi Listrik

Berikut adalah ringkasan materi listrik, yang terdiri dari listrik statis dan listrik dinamis. Listrik Statis 1. Atom terdiri dari inti atom (nukleon) dan elektron (muatan negatif) yang mengelilinginya. Inti atom terdiri dari proton (bermuatan positif) dan neutron (tak bermuatan). 2. Atom bermuatan positif jika kekurangan elektron (jumlah elektron < jumlah proton) Atom bermuatan negatif jika kelebihan elektron (jumlah elektron > jumlah proton) Atom bermuatan netral jika jumlah proton = jumlah elektron 3. Cara memberi muatan listrik a. dengan digosok Misalnya penggaris plastik yang digosok dengan kain wol akan bermuatan negatif karena elektron dari kain wol pindah ke penggaris. Batang kaca yang digosok dengan sutra akan bermuatan positif karena elektron dari kaca pindah ke sutra. b. dengan metode konduksi Misalnya, dengan menyentuhkan batang bermuatan positif ke ujung logam c. dengan cara induksi 4. Sifat muatan listrik Muatan yang sejenis tolak-menolak ...

Penerapan Induksi Elektromagnetik : Transformator

Salah satu penerapan dari Induksi Elektromagnetik adalah transformator. Transformator atau trafo merupakan alat yang digunakan untuk mengubah tegangan arus bolak-balik (AC). Sumber :  de.wikipedia.org Seperti ditunjukkan pada gambar disamping, transformator terdiri dari pasangan kumparan primer dan sekunder yang diisolasi (terpisah)  dan dililitkan pada inti besi lunak, Inti besi lunak ini terbuat dari pelat yang berlapis-lapis. Prinsip Kerja Transformator Arus induksi mengalir melalui rangkaian sekunder ketika ada perubahan garis gaya magnet yang memotong kumparan sekunder. Agar terjadi ggl atau arus induksi secara terus menerus, maka rangkaian primer dihubungkan dengan sumber arus  bolak-balik (AC). Sumber arus bolak-balik ini yang digunakan karena menghasilkan arus listrik yang berubah terhadap waktu. Jadi, kalau transformator dihubungkan dengan sumber arus searah (DC) tidak bakal terjadi perubahan garis gaya magnet pada kumparan sekunder. Jenis-Jenis Transfo...

Hukum Coulomb

HUKUM COULOMB Kita sudah tahu, bahwa dua muatan yang sejenis akan tarik-menarik dan dua muatan yang tidak sejenis akan tolak-menolak. Ketika sudah kelas IX SMP, pengetahuan itu belum cukup. Kita juga harus tahu berapa besar gaya tarik-menariknya dan berapa gaya tolak-menolaknya.  Charles Augustin de Coulomb, menemukan hubungan antara gaya listrik dengan besar muatan-muatan dan jarak antara kedua muatan tersebut. Hubungan ini disebut sebagai Hukum Coulomb. “Besarnya gaya tarik-menarik dan tolak-menolak sebanding dengan besar muatan masing-masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua muatan”. Gaya tarik-menarik atau tolak menolak ini disebut dengan gaya Coulomb atau gaya listrik. Sekarang mari kita kupas hukum Coulomb ini dengan seksama : a. Besarnya gaya tarik menarik atau tolak-menolak sebanding dengan besar muatan masing-masing Contoh : Dua muatan masing-masing + 2Q dan + Q terpisah sejauh d mengalami gaya listrik sebesar F. Berapa besar gay...

Rangkaian Resistor

Rangkaian hambatan atau resistor ada 3 jenis, yaitu rangkaian seri, rangkaian paralel dan rangkaian campuran (seri dan paralel). Beberapa resistor tersebut dirangkai dan selanjutnya dicari hambatan penggantinya. Pada prinsipnya, ketika dua resistor (hambatan) atau lebih dirangkai secara seri maka hambatan penggantinya merupakan hasil penjumlahan hambatan-hambatan yang ada. Pada rangkaian  seri ini akan diperoleh hambatan pengganti yang lebih besar dari pada hambatan penyusunnya. Sedangkan dalam rangkaian paralel, hambatan penggantinya akan diperoleh harga yang lebih kecil dibanding hambatan-hambatan penyusunnya. Untuk lebih jelasnya, pelajari materi rangkaian resistor berikut ini. Dan kerjakan soal-soal latihannya.

DAYA LISTRIK

DAYA LISTRIK Pada saat kelas VIII, kita sudah belajar mengenai daya. Daya dapat didefinisikan sebagai kecepatan melakukan usaha atau usaha per satuan waktu. P = daya (watt) W = energi (joule) t = waktu (s) Dari persamaan di atas, didapatkan hubungan : 1 watt = 1 joule/sekon Sehingga dapat didefinisikan : 1 watt (1 W) adalah besarnya daya ketika energi sebesar 1 joule dibebaskan dalam waktu 1 sekon. Satuan yang lain : 1 kW = 1000 W Dengan mengingat kembali rumus energi  diperoleh : W = energi listrik (J)­ V = tegangan (V) I = kuat arus listrik (A) t = waktu (s) R = hambatan (ohm atau W) Contoh Soal 1. Sebuah lampu dipasang pada tegangan 220 V menyebabkan arus mengalir sebanyak 2 A. berapa daya lampu tersebut? Penyelesaian Diketahui : V = 220 V I = 2 A Ditanya : P ? Jawab P = V I = 220 . 2 = 440 W 2. Sebuah seterika listrik tertulis 350 W, 220 V dipasang pada tegangan yang sesuai selama 10 menit. Berapa energi yang dihasilkan? Penyelesaian Pada soa...