• LinkedIn
  • Subcribe to Our RSS Feed
Tampilkan postingan dengan label AKM Numerasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKM Numerasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Maret 2025

Contoh Soal dan Pembahasan Numerasi Geometri dan Pengukuran pada Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Maret 02, 2025 // by Arsyad Riyadi // , , // No comments

Contoh Soal dan Pembahasan Numerasi Geometri dan Pengukuran pada Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

https://www.busymissbeebe.com/geometry/


Soal mengenai geometri dan pengukuran ini diambilkan dari buku Framework Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Edisi Revisi Tahun 2023.

Belajar di Kelas Jarak Jauh (On-Line)
Karim tidak pernah terlambat pada pembelajaran jarak jauh. Ia selalu mengikuti seluruh jadwal kegiatan belajar tanpa ada yang terlewat.


Pertanyaan 1. Belajar di Kelas Jarak Jauh
Kegiatan apa yang dilakukan Karim pada pukul 08.15?
A. Belajar di kelas online.
B. Istirahat.
C. Mengerjakan tugas.
D. Selesai mengerjakan tugas.

Kunci Jawaban :
A. Belajar di kelas online

Pembahasan
Pada pukul 08.00, Karim mulai belajar di kelas online sampai pukul 10.00 untuk istirahat. Jadi, pada pukul 08.15 kegiatan yang dilakukan oleh Karim masih belajar di kelas online.

Pertanyaan 2. Belajar di Kelas Jarak Jauh
Berikut ini tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan tentang lama waktu kegiatan yang dilakukan Karim!


Kunci Jawaban :
Salah-Benar-Benar

Pembahasan
Karim belajar di kelas online selama 2 jam, yakni dari pukul 08.00 - 10.00.
Karim istirahat selama 15 menit, yakni dari pukul 10.00 - 10.15
Karim mengerjakan tugas selama 45 menit, yakni mulai pukul 10.15 - 11.00.

Pertanyaan 3. Belajar di Kelas Jarak Jauh
Tiga puluh menit setelah mulai mengerjakan tugas, terjadi gangguan internet.
Sebelum waktu selesai mengerjakan tugas, internet kembali lancar seperti
semula. Lama waktu gangguan internet yang dapat terjadi adalah ....
Klik pada setiap jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu!
18 menit
13 menit
10 menit

Kunci Jawaban :
13 menit
10 menit

Pembahasan
Waktu mengerjakan tugas adalah 45 menit.
Terjadi gangguan internet setelah 30 menit mengerjakan tugas.
Sebelum waktu selesai mengerjakan tugas, internet kembali lancar. Lama gangguan internet yang terjadi tentunya kurang dari 15 menit atau jawaban yang tepat 13 dan 10 menit.

Kamis, 27 Februari 2025

Contoh Soal dan Pembahasan Numerasi Data dan Ketidakpastian Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Bagian 2

Februari 27, 2025 // by Arsyad Riyadi // , , // No comments

Contoh Soal dan Pembahasan Numerasi Data dan Ketidakpastian Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Bagian 2

Soal numerasi mengenai data dan ketidakpastian ini diambilkan dari buku Framework Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Edisi Revisi tahun 2023.

Gen Z, Pengguna Internet Paling Lama
Jika membahas siapakah generasi yang paling betah berselancar di dunia maya, kamu mungkin sudah bisa menebak dengan benar. Data dari Kementerian Kominfo dalam laporan survei Status Literasi Digital di Indonesia 2022 menuliskan Gen Z (generasi yang lahir dalam rentang tahun 1997 sampai dengan tahun 2012) adalah kelompok usia yang dianggap paling betah berselancar di dunia maya. Berikut ini hasil survei rata-rata penggunaan internet setiap harinya.

Pertanyaan 1.
Gen Z, Pengguna Internet Paling Lama
Berdasarkan hasil survei tersebut, gen Z paling banyak menggunakan internet
selama … jam dalam 1 hari.
Kunci Jawaban: 5

Pertanyaan 2. 
Gen Z, Pengguna Internet Paling Lama
Seorang wartawan ingin mewawancarai seorang responden yang telah mengisi
survei. Responden dibagi dalam beberapa kategori berdasarkan lama penggunaan
internet setiap harinya.
Pasangkan kategori lama penggunaan internet pada tabel sebelah kiri, dengan
peluang terpilihnya salah seorang responden dari kategori tersebut untuk
diwawancarai!

Pembahasan
Soal No. 1
Dari grafik dapat dengan mudah dibaca bahwa gen z menggunakan internet paling banyak selama 5 jam dalam 1 hari, yakni ada sebanyak 20 responden yang mengisinya.

Dari grafik juga terbaca minimal 1 jam per hari generasi z menggunakan internet tersebut.

Bagaimana jika ingin mengetahui rata-rata penggunaan internet dalam setiap harinya?

Rata - rata dapat dicari dengan mengalikan jumlah responden x lama penggunaan internetnya kemudian dibagi jumlah responden lokal.
Rata - rata penggunaan internet per hari = (10 x 1 + 30 x 2 + 50 x 3 + 40 x 4 + 70 x 5)/(10 + 30 +50 + 40 + 70) = (10 + 60 + 150 + 160 + 350)/200 = 730/200 = 3,65 jam per hari.

Wow, lumayan lama ya pemakaian internet generasi z dalam perharinya.

Soal No. 2
Bagaimana peluang terpilihnya seorang responden dari tiap-tiap kategori untuk diwawancarai.
Untuk menjawab ini kita bisa mengurutkan lama penggunaan internet dari yang pengguna atau respondennya dari paling kecil.
Penggunaan 1 jam = 10 responden
Penggunaan 2 jam = 30 responden
Penggunaan 4 jam = 40 responden
Penggunaan 3 jam = 50 responden

Kemudian kita juga perlu mengurutkan peluang yang ada, yakni
1/20, 3/20, 1/5, 1/4, 1/3

Dengan urutan seperti itu tentunya banyak peluang jawaban yang benarkarena pernyataan pada penggunaan jam ada 4 sedang peluangnya ada 5. Sehingga akhirnya perlu dihitung lebih detil.

Peluang responden = jumlah responden / responden total
Peluang responden penggunaan 1 jam = 10 / (10 + 30 + 40 + 50 + 70) = 10/200 = 1/20
Peluang responden penggunaan 2 jam = 30 / (10 + 30 + 40 + 50 + 70) = 10/200 = 3/20
Peluang responden penggunaan 3 jam = 50 / (10 + 30 + 40 + 50 + 70) = 10/200 = 5/20 = 1/4
Peluang responden penggunaan 4 jam = 40 / (10 + 30 + 40 + 50 + 70) = 10/200 = 4/20 = 1/5

Bagaimana? Asyik khan, belajar mengenai data dan ketidakpastian.





Selasa, 25 Februari 2025

Contoh Soal dan Pembahasan Numerasi Data dan Ketidakpastian adalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Contoh Soal dan Pembahasan Numerasi Data dan Ketidakpastian adalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

https://skuling.id/contoh-soal-data-dan-ketidakpastian-utbk/
Soal berikut ini diambilkan dari buku Framework Asesmen Kompetensi Minimum edisi revisi dari kemdikbudristek sebagai berikut. 

Pertanyaan 1. EKSPOR
Berapakah nilai ekspor total dari Zedland (dalam juta zed) di tahun 1998?
Jawaban: ……………………

Pertanyaan 2. EKSPOR
Berapakah harga jus buah yang diekspor dari Zedland di tahun 2000?
A. 1,8 juta zed.
B. 2,3 juta zed.
C. 3,4 juta zed.
D. 3,8 juta zed.
(sumber: PISA released items)


Pembahasan soal no.1

Nilai ekspor total dari Zedland (dalam juta zed) pada tahun 1998 dapat dilihat dari grafik yang ada, yakni menunjukkan angka 27,1 juta zed.

Pembahasan soal no. 2

Untuk mengetahui harga jus buah yang diekspor dari Zedland tahun 2000 dapat dilihat dari berapa prosentase jus buah dari sebaran ekspornya, yakni 9% serta besar ekspor tahunan total pada tahun 2000, yakni 42,6 juta zed.

Sehingga, harga jus buah yang diekspor sebesar 9% x 42,6 juta zed = 3,834 juta zed atau dibulatkan menjadi 3,8 juta zed.



Minggu, 23 Februari 2025

Contoh Soal dan Pembahasan Numerik Aljabar dalam Asesmen Kompetesi Minimum (AKM)

Februari 23, 2025 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

Contoh Soal dan Pembahasan Numerik Aljabar dalam Asesmen Kompetesi Minimum (AKM)

https://explore.firstinmath.com/program-content/algebra-suite/

Contoh soal berikut ini diambilkan dari buku Framework Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dari kemdikbudristek edisi revisi 2023.

Kafein dalam Minuman

Kopi merupakan salah satu minuman yang langsung terpikirkan jika berbicara tentang kafein. Kafein dapat berperan sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari serangan penyakit. Selain itu, kafein memiliki kandungan asam klorogenat yang menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Kafein juga bisa menekan nafsu makan serta menghilangkan rasa kantuk.

Tapi yang perlu diingat, kafein yang masuk ke dalam tubuh tidak boleh berlebihan. Batas konsumsi kafein yang terbilang aman untuk sebagian besar orang dewasa adalah 400 mg. Kafein terdapat di beberapa jenis makanan dan minuman. Misalnya, terdapat 155 mg kafein dalam 2 buah cangkir kopi dan sepotong kue tiramisu.

Namun ternyata tidak hanya kopi saja yang mengandung kafein. Terdapat beberapa minuman lain yang juga mengandung kafein, contohnya saja sebagai berikut:

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2023. 10 Foods and Drinks with Caffeine.
El Sevier. Diakses pada 2023. Green tea effects on cognition, mood and human brain function: A systematic review.

Pertanyaan 1. Kafein dalam Minuman

Diketahui sepotong kue tiramisu akan mengandung 25 mg kafein. Kandungan kafein pada satu cangkir kopi adalah …mg.

Kunci Jawaban: 65

Pembahasan

Pertanyaan 2. Kafein dalam Minuman
Konsumsi kafein dapat mengganggu penyerapan dan metabolisme kalsium di dalam tubuh. Tubuh kehilangan sekitar 2 mg kalsium setiap mengonsumsi 40 mg kafein.
Pasangkanlah jumlah beberapa cangkir teh pada kolom di sebelah kiri dengan
kandungan kalsium yang hilang dalam tubuh setiap mengonsumsinya pada kolom di sebelah kanan!

KUNCI
1-b, 2-c, 3-d, 4-e


Pembahasan pertanyaan no.1

Untuk mengetahui banyaknya kandungan kafein pada satu cangkir kopi dapat dilihat dengan mencermati bacaan di atas. Pada bacaan di atas dituliskan : "... terdapat 155 mg kafein dalam 2 buah cangkir kopi dan sepotong kue tiramisu."

Yang dapat dituliskan :

155 mg = 2 cangkir kopi + sepotong tiramisu.

Sedangkan, dalam sepotong tiramisu (dari pertanyaan nomer 1) mengandung 25 mg kafein. Sehingga, dapat dituliskan :

155 mg = 2 cangkir kopi + 25 mg

2 cangkir kopi = 155 mg - 25 mg = 125 mg 

Sehingga dalam 1 cangkir kopi akan mengandung 125 mg/2 = 65 mg.

Dalam menyelesaikan soal numerik ini tidak harus menggunakan simbol-simbol seperti matematika tetapi yang utama adalah menggunakan pola pikir matematika.

Dengan menggunakan simbol dalam matematika, misalnya :

Kandungan kafein dalam secangkir kopi = x

Kandungan kafein dalam sepotong tiramisu = y

Sehingga, teks "...terdapat 155 mg kafein dalam 2 buah cangkir kopi dan sepotong kue tiramisu.", dapat dituliskan sebagai :

2x + y = 155

y = 25

Sehingga,

2x + 25 = 155

2x = 155 - 25 = 125

x = 125/2 = 65

Sehingga, kandungan kafein dalam satu cangkir kopi adalah 65 kg.

Catatan : terkait dengan simbol atau lambang tidak harus menggunakan kode x, y atau a, b atau k untuk kopi dan t untuk tiramisu. Bahkan, juga bisa menggunakan gambar/ikon/visual lain yang menunjukkan satu cangkir kopi dan sepotong kue tiramisu.

Pembahasan pertanyaan no. 2 

Untuk menjawab pertanyaan no. 2, perlu dilihat banyaknya kandungan kafein pada banyaknya teh yang dikonsumsi. Untuk itu perlu menggunakan data berikut.

Jika kandungan kafein pada secangkir teh disimbolkan dengan tk dan kandungan kafein pada secangkir coklat hangat disimbolkan dengan c,maka tabel di atas dapat dituliskan dalam bahasa matematika :

tk + 2 t= 210  .... persamaan (1)

t+  t= 205 ...... persamaan (2)

Persamaan 2 dikalikan dengan 2, sehingga dapat dituliskan

t+ 2 t= 210  

t+ 2t= 410

Persamaan (1) dikurangi persamaan (2) diperoleh

- 5 t = - 200, sehingga diperoleh

t = 200/5 = 40 mg

Jadi, banyaknya kandungan kafein pada 1 cangkir kopi adalah 40 mg.

Selanjutnya perhatikan pernyataan berikut : 

"Tubuh kehilangan sekitar 2 mg kalsium setiap mengonsumsi 40 mg kafein."

Yang artinya setiap kali mengonsumsi 20 mg maka tubuh akan kehilangan kalsium sebanyak 1 mg.

Sehingga akan dapat diketahui banyaknya kandungan kalsium yang hilang sebagai berikut.

2 cangkir teh akan mengandung 2 x 40 mg = 80 mg atau kandungan kalsium yang hilang sebanyak 80/20 = 4 mg.

4 cangkir teh akan mengandung 4 x 40 mg = 160 mg atau kandungan kalsium yang hilang sebanyak 160/20 = 8 mg.

5 cangkir teh akan mengandung 5 x 40 mg = 200 mg atau kandungan kalsium yang hilang sebanyak 200/20 = 10 mg.

6 cangkir teh akan mengandung 6 x 40 mg = 240 mg atau kandungan kalsium yang hilang sebanyak 240/20 = 12 mg.

Tentunya saja, tidak menutup kemungkinan menggunakan cara lain yang tidak menggunakan bahasa matematika yang abstrak, tetapi yang penting menggunakan pola mikir matematika untuk menyelesaikan berbagai konteks permasalahan. Itulah numerasi.

Minggu, 21 Februari 2021

AKM Numerasi Level Pembelajaran 4 (Kelas 8)

Februari 21, 2021 // by Arsyad Riyadi // , , // 2 comments

AKM Numerasi Level Pembelajaran 4 (Kelas 8) 

AKM Numerasi


AKM numerasi pada jenjang SMP/MTS terdiri dari 1 level pembelajaran yaitu kelas 8. AKM numerasi ini terdiri dari level pembelajaran 1 (kelas 2), level 2 (kelas 4), level 3 (kelas 6), level 4 (kelas 8), dan level 5 (kelas 8). 

Hal ini berbeda dengan AKM literasi membaca (teks fiksi dan informasi) yang terdiri dari level pembelajaran 1 (kelas 1 dan 2), level 2 (kelas 3 dan 4), level 3 (kelas 5 dan 6), leve; 4 (kelas 7 dan 8), level 5 (kelas 9 dan 10), serta level 6 (kelas 11 dan 12). Jadi dalam literasi membaca untuk SMP terdiri dari 2 level pembelajaran yaitu level 4 (kelas 7 dan 8) serta level 5 (kelas 9).

Siswa dalam level SMP/Mts mempelajari 4 konten pembelajaran, yaitu bilangan, geometri dan pengukuran, aljabar serta data dan ketidakpastian.

4 Konten AKM Numerasi SMP
4 Konten AKM Numerasi SMP

Level Pembelajaran 4 ( Kelas 8 )

A. Bilangan

1. Representasi

Memahami bilangan cacah (maks. enam angka).

Domain bilangan ini meliputi subdomain representasi, urutan, dan operasi. Representas dalam bentuk bilangan cacah dan pecahan. Levelnya juga akan ditingkatkan sampai bilangan bulat (khususnya negatif), bilangan desimal dan persen. Dalam level ini selain peserta didik mengurutkan juga menghitung hasil operasi dari bilangan pecahan atau desimal termasuk pangkat dua (kuadrat) atau pangkat tiga (kubik) dari suatu bilangan dengan 1 angka di belakang koma.


B. Geometri dan Pengukuran

1. Bangun Geometri

Memahami sifat-sifat bangun datar dan hubungan antara bangun datar serta serta dapat  menggunakan  Teorema Pythagoras

Menghitung volume bangun ruang dan luas permukaan(balok, kubus, prisma segitiga, tabung, dan bentuk kompositnya).

Pada level ini, peserta didik harus mengenal berbagai jenis bangun datar hingga menghitung luas permukaan dan volume benda dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk juga menilai pemahaman mengenai pengukuran panjang, berat, waktu, dan volume dan debit, serta satuan luas menggunakan satuan baku.


C. Aljabar

1. Persamaan dan Pertaksamaan

Menyelesaikan pertaksamaan linier 1 variabel atau sistem persamaan linear 2 variabel.

2. Relasi dan Fungsi (termasuk Pola Bilangan)

Memahami pola pada barisan bilangan dan konfigurasi obyek

Memahami fungsi linier dan grafiknya, serta sifat-sifatnya.

3. Rasio dan Proporsi

Memecahkan masalah aritmetika sosial yang terkait dengan rasio/persentase. 

Pada subdomain persamaan dan pertidaksamaan, peserta didik akan diuji pemahamannya dalam menyelesaikan persamaan sederhana. Penggunaan sistem persamaan dan pertidaksamaan kuadrat serta sistem persamaan linier 2 atau 3 variabel diujikan untuk kelas 10.

Pada subdomain relasi dan pola, peserta didik akan diuji mengenai pengenalan pola gambar dan objek serta pola bilangan. Untuk level yang lebih tinggi akan sampai pada penyelesaian masalah menggunakan konsep fungsi.

Pada subdomain rasio dan proporsi, peserta didik akan dinilai pemahamannya mengenai bagaimana menyelesaikan permasalahan sehari-hari termasuk aritmetika sosial.


D. Data dan Ketidakpastian

1. Data dan Representasinya

Menentukan dan menggunakan mean, median, dan modus. 

2. Ketidakpastian dan Peluang

Menghitung peluang kejadian sederhana. 

Pemahaman mengenai data dan representasinya sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Data yang dimaksud meliputi data penggunaan internet, data perdagangan, data kerusakan hutan, data kenakalan remaja, data penggunaan media sosial serta berbagai data lainnya. Demikian juga mengenai ketidakpastian dan peluang  dapat ditemukan, misalnya untuk memprediksi suatu fenomena alam, ramalan cuaca, kecenderungan pasar, dan sebagainya.

Untuk  itu siswa atau peserta didik harus mengenai berbagai cara merepresentasikan data baik dalam bentuk diagram, data dalam tabel, maupun grafik. Materi ketidakpastian suatu kejadian dapat berupa menggunakan ukuran memusat (kelas 8), penyebaran (kelas 10), serta rata-rata dan variasi suatu data.

Yang perlu ditegaskan di sini, meskipun AKM numerasi berkaitan erat dengan matematika tetapi peserta didik atau siswa tidak boleh terjebak pada konten. Berbagai materi yang disebutkan di atas sebagai pijakan atau dasar agar peserta didik atau siswa dapat menerapkan konsep matematika untuk mempermudah dalam menyelesaikan persoalan sehari-hari.

AKM literasi bukan permasalahan konten, tetapi bagaimana menggunakan kemampuan numerasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan.


Selamat belajar.

Bahan bacaan :
Desain Pengembangan Soal AKM
Desain Pengembangan Soal AKM


Minggu, 14 Februari 2021

Soal dan Pembahasan AKM : Memahami Fungsi Linier dan Grafiknya

Februari 14, 2021 // by Arsyad Riyadi // , , // No comments

Soal dan Pembahasan AKM : Memahami Fungsi Linier dan Grafiknya


Stimulus dalam bentuk grafik tersebut ada di web AKM-nya Puspenjar. Grafik tersebut menunjukan hubungan antara waktu (dalam menit) dengan kapasitas baterai (persen). 

Pada dasarnya grafik seperti ini dapat ditemukan dalam konteks apapun, yang menunjukkan hubungan antara X dan Y. Misalnya grafik jumlah penduduk, pemakaian internet, bencana alam, angka kelulusan, angka kecelakaan, grafik penyebaran corona dan berbagai konteks lain.

Yang penting pada saat menjawab soal terkait dengan ini adalah 
- perhatikan yang menjadi variabel pada sumbu x dan y-nya
- perhatikan satuannya. 
- perhatikan titik awalnya.
Pada grafik di atas, sumbu x-nya berupa waktu dengan satuan menit dan kapasitas baterai dalam satuan persen. 

Pada grafik di atas, titik awalnya diawali dengan angka 40 pada sumbu y-nya, sedangkan sumbu x-nya dimulai dari angka nol. Sehingga dapat dibaca kapasitas baterai mula-mula 40% atau 0,4. Jadi, hati-hati grafik tidak selalu diawali dengan titik (0,0) atau dalam bahasa matematika-nya y = mx + c, c nya tidak bernilai nol (tetapi bernilai 40 pada grafik tersebut).

Berdasarkan stimulus di atas bisa dikembangkan menjadi berbagai soal sebagai berikut.

Kompetensi yang diukur :
Memahami fungsi linier dan grafiknya, serta sifat-sifatnya.

Perhatikan grafik berikut untuk mengerjakan soal 1 - 3

Soal 1 
Dari grafik kapasitas baterai (persen) vs waktu (menit) dari pengisian ponsel milik Toni dapat disimpulkan bahwa kecepatan pengisian ponsel tersebut ….
A. tetap
B. makin cepat
C. makin lambat
D. tidak stabil

Pembahasan
Jawaban A. Tetap
Kemiringan grafik tetap yaitu setiap menit akan bertambah sebanyak 30 menit/ (100-40) persen = 30 menit/60 persen = 0,5 menit/1 persen atau setiap menit akan naik sebanyak 2 persen.

Soal 2

Perhatikan  grafik kapasitas baterai (persen) vs waktu (menit) dari pengisian ponsel milik Toni .

Toni mengecas ponselnya sebanyak 2 kali setiap hari hingga penuh. Toni biasa mengecas jika baterai ponselnya tinggal 10 persen.  Berapa watt yang diperlukan oleh Toni dalam 1 bulan (30 hari) jika setiap 1 jam pengecasan memerlukan daya sebesar 2 Watt?

Pembahasan.

Dari grafik terlihat bahwa setiap 1 menit baterai ponsel akan bertambah sebanyak sebanyak 30 menit/ (100-40) persen = 30 menit/60 persen = 0,5 menit/1 persen atau setiap menit akan naik sebanyak 2 persen.

Baterai ponsel 10 persen sehingga butuh (100 –  10) persen = 90 persen untuk penuh.

Waktu yang dibutuhkan = 90 persen x 0,5 menit/persen = 45 menit

Dalam 1 hari membutuhkan waktu 2 x 45 menit = 90 menit

1 bulan membutuhkan waktu = 30 x 90 menit = 2700 menit = (2700/60) jam = 45 jam

Sehingga setiap bulan akan memerlukan daya sebanyak 45 x 2 = 90 watt.


Soal No. 3
Perhatikan  grafik kapasitas baterai (persen) vs waktu (menit) dari pengisian ponsel milik Toni .
Dalam 1 hari Toni mengecas ponselnya sebanyak 3 kali setiap kali baterainya mencapai 20 persen yaitu saat siang hari sebanyak 2 kali dan 1 hari pada malam hari. Saat siang hari ponsel dicas sambil dimainkan sehingga membutuhkan waktu 2 kali lebih lama untuk penuh. Sedangkan saat malam hari ngecas ponselnya sambil ditinggal tidur. Berapa jam waktu yang dibutuhkan Toni agar ponselnya menjadi penuh?

Jawab.
3 jam 20 menit atau 3,33 jam
(Coba dihitung ya? Sama ndak hasilnya)



Selasa, 09 Februari 2021

Level Kognitif AKM Numerasi

Februari 09, 2021 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

Level Kognitif AKM Numerasi
level kognitif AKM Numerasi


Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai kemampuan dasar yang harus dikuasai peserta didik memerlukan adanya berbagai kemampuan kognitif dalam menjawab soal-soal itu. Level kognitif literasi membaca meliputi menemukan, memahami, dan mengevaluasi serta merefleksikan informasi yang didapatkan. Sedangkan level kognitif pada AKM numerasi meliputi pemahaman, penerapan, dan penalaran.  Level kognitif membaca dan numerasi ini nampaknya selaras dengan Taksonomi Bloom, yaitu mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalis, mengevaluasi, dan mencipta. 

1. Knowing (pemahaman)
Level kognitif AKM numerasi knowing (pemahaman) ini menilai pengetahuan peserta didik dalam memahami fakta, proses, konsep, dan prosedur. 
Level pemahaman ini meliputi kemampuan untuk mengingat, mengidentifikasi, mengklasifikasikan, menghitung, mengambil, memperoleh, dan mengukur.

2. Applying (penerapan)
Level kognitif AKM numerasi applying (penerapan) ini menilai kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dan memahami berbagai fakta, relasi, proses, konsep, prosedur, dan metode pada konteks dan metode dalam konteks situasi nyata untuk menyelesaikan berbagai persoalan. 
Level penerapan ini meliputi memilih strategi, menyatakan/membuat model, menerapkan/melaksanakan, dan menafsirkan.

3. Reasoning (penalaran)
Level kognitf AKM numerasi reasoning (penalaran) meliputi kemampuan peserta didik dalam menganalisis data dan informasi, memadukan, membuat kesimpulan, dan memperluas pemahaman mereka dalam situasi baru dan lebih kompleks.
Level Kognitif AKM Numerasi

Soal level knowing (pemahaman)
Meskipun level pemahaman merupakan level yang paling mudah, tetapi setiap peserta didik harus tetap memiliki kemampuan dasar dalam membaca tabel, grafik, diagram serta berbagai stimulus lain yang multiteks.
Soal level pemahaman AKM Numerasi
Misalnya dari stimulus di atas, ditanyakan berapa kira-kira waktu dekompossi popok sekali pakai jika diketahui lebih besar dari plastik tetapi lebih sedikit dari kulit sintesis.

Untuk menjawab soal tersebut, siswa harus memahami bahwa popok itu termasuk sampah organik atau popok anorganik. Setelah itu harus bisa membaca tabel dan memprediksi waktu dekomposisi popok itu. Sedangkan jika termasuk sampah anorganik, siswa harus bisa membaca diagram batangnya.
Misalnya dari grafik, plastik memiliki waktu dekomposisi 400 tahun, baja 100 tahun, kaleng alumunium (kira-kira 250 tahun ), dan kulit sintesis 500 tahun.

Anggap popok dianggap sebagai sampah anorganik,
Jika popok memiliki waktu dekomposisi lebih besar dari plastik (400 tahun) dan lebih kecil dari kulit sintesis (500 tahun), maka jawabannya adalah antara 400 - 500 tahun.

Soal applying (penerapan)
Dari tabel waktu dekomposisi di atas, siswa diminta untuk membuat diagram batang berdasarkan data.
Jika ada seorang siswa memberikan jawaban seperti gambar berikut. Bagaimana pendapat Anda?
Grafik batang - soal AKM
Diagram Batang
Ada beberapa koreksi dari diagram batang yang dibuat tersebut.
1. Perhatikan jenis materialnya, apakah semua masuk dalam diagram tersebut?
2. Perhatikan angka/skala yang tertunjuk. Apakah sesuai dengan data?
3. Yang lebih penting lagi, jika sumbu Y menunjukkan lamanya waktu dekomposisi. Satuan apa yang dipakai? Minggu atau bulan. Padahal dari tabel terlihat bahwa waktu dekomposisi kulit pisang, kantong kertas, dan kertas itu dalam satuan minggu. Sedangkan kulit jeruk dan sisa apel dalam satuan bulan.
4. Jika kelima material tersebut berada pada satu grafik yang sama, tentunya satuannya disamakan terlebih dulu, misalnya dalam satuan minggu seperti berikut.

Kulit pisang : 6 minggu
Kulit jeruk : 5 bulan = 22 - 23 minggu (sekitar)
Kantong kertas : 8 minggu
Sisa apel : 2 bulan = 8 minggu
Kertas tisu : 5 minggu

Jika dijadikan satu grafik kelemahannya rentang data cukup lebar 5 - 23 minggu. Itupun masih ada yang diperkirakan. Sehingga solusinya bisa menyajikan kelima material tersebut dalam 2 kelompok, yaitu dalam minggu dan bulan. 

Yang penting hati-hati sumbu Y -nya memiliki satuan yang sesuai.
Jadi, kira-kira bagaimana bentuk grafiknya ya? (silahkan untuk digambar sendiri)

Soal level kognitif reasoning (penalaran)
Contoh soal level ini masih nyambung dengan stimulus dari soal pertama dan terkait juga dengan pembahasan pada level aplikasi (contoh kedua).

Soalnya adalah jika seorang siswa menggabungkan data waktu dekomposisi sampah organik dan anorganik menjadi sebuah diagram batang. Apakah kamu setuju dengan yang dilakukan siswa tersebut. Berikan alasan yang sejelas-jelasnya?

Kalau kita memahami pembahasan soal pada contoh kedua, tentunya sangat tidak menyarankan. Dengan satuan antara minggu dan bulan saja menjadikan diagram batangnya tidak cantik, apalagi jika data yang satunya (waktu dekomposisi sampah anorganik dalam satuan tahun bahkan ratusan tahun). Nantinya sangat tidak terbaca atau berada pada jarak yang tak terjangkau skalanya.

Misalnya, sisa apel 2 bulan diwakili dengan panjang 1 cm. Lantas plastik yang memiliki waktu dekomposisi 400 tahun butuh berapa cm?


Setelah memahami ketiga level AKM Numerasi itu, diharapkan siswa akan lebih siap lagi dalam mengerjakan/menghadapi berbagai soal AKM dan juga berbagai permasalahan numerik terkait dengan konteks kehidupan sehari-hari baik yang rutin maupun tidak rutin.

Sumber bacaan :
Desain Pengembangan Soal AKM
Desain Pengembangan Soal AKM






Rabu, 03 Februari 2021

Mengenali Soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Numerasi

Februari 03, 2021 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

 


Literasi numerasi atau numerasi bisa diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menggunakan kemampuan matematikanya untuk menjelaskan suatu kejadian, memecahkan masalah, serta mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, kompetensi ini sangat penting bagi semua orang bukan merujuk pada konten mapel matematikanya tetapi lebih ke penerapan dalam keseharian. 

Misalnya ada sebuah supermaket yang menawarkan berbagai diskon pada hari tertentu serta berbagai item atau diskon setelah pembelian sekian item. Pertanyaannya kapan dan bagaimana seorang Ibu menggunakan uang yang dimilikinya agar lebih efisien. Atau seseorang yang mau membangun rumah dengan kriteria tertentu seperti jumlah ruang dan ukurannya, pertanyaannya berapa kebutuhan minimal luas tanahnya. Kedua permasalahan tersebut bukan semata-mata urusan bisa menghitung diskon atau luas tanah tetapi bagaimana memahami permasalahan, memecahkan masalah, serta mengambil keputusan.

Konteks dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) numerasi ini meliputi personal, sosial budaya, dan saintifik. Contoh permasalahan di atas bisa dimasukkan dalam kategori konteks personal atau pribadi. Contoh konteks sosial budaya adalah bagaimana menafsirkan grafik angka kejahatan. Konteks saintifik dibedakan menjadi intra-matematika dan ekstra-matematika. Intra-matematika berkait dengan keilmuwan matematika misalnya menentukan volume, ekstra-matematika misalnya menentukan waktu paruh radioaktif.

Berikut ini contoh soal yang diambilkan dari https://pusmenjar.kemdikbud.go.id/akm/

CARA AKURAT DAN MUDAH UNTUK MENGHITUNG KEBUTUHAN AIR UNTUK TUBUH KITA

Jumlah air yang kita minum per harinya bervariasi, berbeda setiap individu. Nah, ini salah satu cara untuk menghitung kebutuhan air tubuh kita bersumber dari India Times. 
Langkah 1: Ukur berat badan Anda dalam kilogram
Langkah 2: Bagilah dengan angka 30
Langkah 3: Tambahkan lebih banyak air untuk aktivitas fisik

Jika berolahraga, Anda mungkin kehilangan banyak air melalui keringat. Tambahkan 0,35 liter (350 ml) setiap setengah jam setelah latihan. 
Jadi, jika berolahraga selama satu jam setiap hari, tambahkan 0,7 liter (700 ml) air ke dalam kebutuhan harian Anda.

Santi ingin mengetahui kebutuhan airnya dalam satu hari. Santi kemudian mengukur berat badannya dan didapat hasil sebagai berikut:



Jika hari itu Santi berolahraga selama 60 menit, jumlah air yang dibutuhkan Santi saat itu adalah ….
A. 1,8 liter
B. 2,1 liter
C. 2,3 liter
D. 2,5 liter
Pembahasan

Permasalah di atas bukan fokus pada cara membaca timbangan ya? tetapi menghubungkan antara berat tubuh, aktivitas keseharian, serta air minum yang dibutuhkan.

Menurut India Times, langkah pertama menentukan berat badannya yaitu 54 kg.

Kemudian bagilah dengan 30 sehingga didapatkan 54/30 = 1,8 

Santi berolah raga selama 1 jam, dari informasi di atas ditentukan bahwa dalam setengah jam aktivitas berkeringat membutuhkan air sebanyak 0,35 liter atau selama 1 jam membutuhkan 2 x 0,35 = 0,70 ml.

Sehingga kebutuhan harian air minum Santi adalah : 1,8 + 0,70 = 2,5 liter (Jawaban D).

Untuk menjawab permasalahan tersebut memang dibutuhkan kemampuan secara teknis membaca timbangan serta mengoperasikan bilangan (pembagian dan pecahan). Tetapi memahami apa yang ditanyakan serta bagaimana mencari solusinya itu lebih penting lagi. Karena rumus-rumus matematika, jika lupa, kita bisa mengingat atau mencarinya. Tetapi memahami, menyelesaikan masalah, serta membuat keputusan membutuhkan kemampuan kita dalam membiasakan menggunakan nalar.

Selamat belajar.


Catatan : dalam konteks keseharian tidak dibedakan antara konsep massa dan berat. Dalam situasi gaya gravitasi yang sama besarnya massa dan berat itu setara karena memang hubungannya sebanding.