Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Catatan Keuntungan Mekanis Bidang Miring

Dalam sebuah bincang-bincang dengan siswa saya mengenai pelajaran fisika baru aku menyadari bahwa dalam banyak hal banyak konsep dari mereka yang tidak sesuai dengan konsep yang ada. Kesalahan ini boleh jadi, karena dalam mengajarkan kurang berhati-hati atau terlalu menganggap materi yang diajarkan cukup mudah. Atau terlalu fokus pada rumus, sehingga hal yang mendasar terlewatkan. Seperti saat membahas bidang miring. Karena terlalu fokus pada gambar, rumus, hubungan  antara panjang bidang miring, tinggi bidang miring, rumus keuntungan mekanis malah keliru dalam menafsirkan soal yang sederhana. Hal ini baru saya sadari ketika mereka harus memilih bidang miring mana yang memberikan keuntungan mekanis lebih besar (seperti gambar berikut). Dalam satu kelas, tidak semua sepakat kalau bidang miring yang sebelah kanan memiliki keuntungan mekanis yang lebih besar. Terutama siswa laki-laki atau siswa yang merasa memiliki kekuatan yang lebih. Mereka memilih gambar yang sebelah kanan,...

KISI UN IPA Fisika SMP 2016 : Pengukuran (1)

Terkait dengan Kisi UN IPA Fisika SMP tahun 2016 dengan materi pengukuran, ada 3 hal yang akan dibahas : 1. Siswa mampu memahami tentang pengukuran 2. Siswa mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang pengukuran 3. Siswa mampu bernalar tentang pengukuran. Ketiga hal tersebut berturut-turut didasarkan pada level kognitif pengetahuan dan pemahaman, level kognitif penalaran dan logika. Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan besaran yang diukur dengan besaran lain yang menjadi satuan. Misalnya : 1. Untuk mengisi air sebanyak 1 bak penuh dibutuhkan 100 ember air. Ember di sini dianggap sebagai satuan dari volume. 2. Untuk mengukur panjang tali kita menggunakan penggaris yang panjangnya 1 meter. Ternyata panjang tali tersebut panjang tali tersebut 2,5 nya dari panjang penggaris atau 2,5 meter. Meteran tersebut kita anggap sebagai satuan panjang. Tentunya standar alat ukur harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. Tetap, tidak mengalami perubahan dalam keadaan apa ...

KISI-KISI UN IPA Fisika SMP 2015/2016

Kisi-Kisi  UN IPA Fisika SMP Tahun Pelajaran 2015/2016 sudah keluar berdasarkan Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Tentang Kisi-Kisi Ujian Nasional untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Kisi-Kisi UN yang dikembangkan oleh BSNP ini merupakan irisan materi kurikulum 2006 dan 2013. Hal ini terkait dengan terjadinya transisi kurikulum dengan adanya sebagian sekolah yang masih menggunakan lama (2006) dan ada yang menggunakan kurikulum baru (2013). Patut dicatat bahwa pada tahun yang lalu, banyak sekolah yang sudah menggunakan kurikulum 2013, tetapi hanya dilaksanakan selama 1 semester. Apapun itu, yang lebih penting sekarang adalah bagaimana menyiapkan Ujian Nasional tahun 2016 dengan lebih dini lagi dan tetap mengacu kepada kisi-kisi yang baru. Berikut kisi-kisi UN IPA Fisika SMP 2015/2016  Kita bisa melihat adanya perbedaan yang mencolok antara kisi-kisi UN 2015/2016 dengan kisi-kisi UN sebelumnya. Tidak muncul istilah kompetensi maupun indikator. T...

Catatan Mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Pengelola Laboratorium IPA (Bagian 1)

Catatan Mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Pengelola Laboratorium ini dibuat sebagai bentuk tanggung jawab moral karena banyaknya hal yang didapat dan yang harus dikorbankan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Diawali dengan pemberitahuan dari Dinas Pendidikan Purbalingga agar saya sebagai kepala laboratorium mengikuti acara tersebut. Senang banget rasanya..karena seumur-umur menjadi guru IPA baru mendapat kesempatan mengikuti kegiatan yang sesuai dengan ke IPA an nya. Bukannya tidak pernah, tetapi yang dimaksud di sini adalah penyelenggarannya di luar kota. Kalau kegiatan-kegiatan di dalam kota itu sih biasa, misalnya lewat jalur MGMP IPA Purbalingga. Atau kegiatan di luar kota (misalnya di Semarang, Yogyakarta, Solo, Magelang) sering juga, tetapi lebih banyak berhubungan dengan multimedia/IT. Kegiatan Bimbingan Teknik itu sendiri dilaksanakan tanggal 12 - 15 Agustus 2015 di Pusdiklat BKK Jawa Tengah, Jalann Supriyadi 37 Semarang. Check in dilaksanakan jam 11.0...

Pengantar Sains Bagi Pemula

Sains perlu diajarkan sejak dini. Sains ini pun diajarkan secara menyenangkan. Sains diberikan menggunakan contoh-contoh konkret yang ada dalam keseharian. Amati gambar di samping. Kita paham, kalau itu gambaran dari pencemaran lingkungan. Anak-anak pun tahu kalau itu gambaran pencemaran udara. Tetapi apakah pengetahuan seperti itu cukup memberikan kesadaran agar anak-anak kita tidak melakukan hal sama. Memahami sains sekaligus menggunakannya secara bijaksana. Sehingga anak-anak kita pun semakin peduli dengan lingkungan. Tidak mau membuang sampah sembarangan. Tidak sembarang mengkonsumsi makanan yang tidak jelas bahannya. Selain itu, dengan berlandaskan pengetahuan sains yang diterimanya, anak-anak dimungkinkan mampu membuat berbagai model alat-alat yang berguna demi kemudahan belajar sains. Sains harus membumi. Tidak saatnya lagi konsep sains berada di awang-awang. Sains adalah milik kita semua. Sains bukan hanya bisa dikuasai/dipelajari oleh orang-orang yang punya intelektual yang...

Percobaan Sains

Sumber :  www.sheknows.com Percobaan IPA atau dalam bahasa yang lebih keren  eksperimen sains haruslah menjadi inti dalam pembelajaran IPA/sains. Dengan melakukan percobaan ini diharapkan kita bisa membuat pemahaman yang lebih baik lagi menyangkut konsep-konsep IPA. Seperti pada gambar di samping, seorang anak yang sedang mengamati suatu obyek menggunakan mikroskop. Roman mukanya pun berseri-seri yang menunjukkan bahwa bahwa banyak hal yang menyenangkan ketika mempelajari sains.  Meskipun demikian, dalam melakukan eksperimen/percobaan sains, tidak selalu menggunakan alat-alat yang mahal atau canggih. Bisa juga menggunakan peralatan sederhana yang kita buat sendiri maupun dari barang-barang bekas.  Di perpustakaan sekolah sendiri, banyak ditemukan buku-buku yang membahas tentang percobaan-percobaan tentang sains. Belum lagi kalau kita  browsing  di internet, tak terkira banyaknya yang membahas mengenai percobaan/eksperimen sains. Berikut ini adalah b...

Belajar Sains yang Atraktif

Belajar Sains yang Atraktif ini merupakan cara belajar sains yang ditawarkan oleh buku"Dari Galileo sampai Einsten", seperti yang dituliskan oleh Chalis Setyadi. Ada 5 cara untuk belajar sains yang atraktif, meliputi : 1. Belajar sains dengan melakukan percobaan 2. Belajar sains dengan  membaca buku 3. Belajar sains dengan mengamati alam sekitar 4. Belajar sains dengan praktik lapangan 5. Belajar sains dengan alat peraga visual. Tentunya ke-5 cara belajar sains ini bisa dilakukan secara bersama-sama maupun secara terpisah menyesuakan diri dengan topik yang akan dibahas. Misalnya dalam melakukan percobaan membuat model kapal uap, kita bisa menggabungkan dengan buku-buku fisika yang membahas konsep tekanan, hukum aksi reaksi maupin perubahan energi. Demikian juga sebelum melakukan percobaan-percobaan yang kompleks bisa terlebih dulu melihat video tutorial pada alat peraga visual sehingga sebelum melakukan percobaan sudah mempunyai gambaran awal yang lebih baik. 1. Bel...

Rahasia Sehari-hari

Salah satu cara mempelajari sains, khususnya untuk pemula atau tingkat dasar dapat dimulai dengan mengenal berbagai benda dan kejadian yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Kejadian atau peristiwa dalam keseharian bukan sekedar sesuatu yang dibiarkan terjadi tetapi dengan penuh ketekunan, kita bisa banyak belajar mengenai berbagai pengetahuan dan sekaligus melakukan berbagai percobaan-percobaan sederhana dan perbandingan. Setiap orang, tidak terbatas pada umur, dapat menemukan rahasia dalam kehidupan sehari-hari dan sekaligus memecahkannya. Kuncinya hanya satu, yaitu ada keinginan yang besar untuk mau memahami/mengetahui sesuatu. Berbagai kejadian atau peristiwa yang terkait dalam sains meliputi berbagai hal, seperti berikut ini : Botani Kimia Listrik Gesekan Titik berat Tuas Kelembaman Gaya apung Gaya molekul Panas Hantaran panas Es Tekanan udara Aliran Bunyi Optik Pemantulan Pembelokan cahaya Mata Geometri Dalam buku Rahasia Sehari-hari (edisi terj...

Percobaan Sederhana Tentang Waktu

Buku Percobaan Sederhana Tentang Waktu dengan bahan Sehari-hari ini berisi berbagai percobaan-percobaan yang berhubungan dengan waktu mulai dari alat-alat yang kuno dan sederhana sampai yang modern dan canggih. Masalah waktu ini sangat mendasar sekali, terkait dengan fenomena alam seperti perputaran bumi pada porosnya maupun gerakan matahari mengelilingi matahari. Buku Percobaan Sederhana Tentang Waktu ini menjadi salah satu referensi untuk mempelajari sains dengan cara menarik, sederhta.ana dan menyenangkan. Seperti bagaimana membuat jam air, jam bintang, jam matahari maupun percobaan lain dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di sekitar kita. Sebelum ditemukannya arloji/jam dari yang sederhana sampai jam atom yang canggih manusia zaman dahulu sudah bisa mengukur waktu meski tidak seakurat zaman sekarang. Misalnya saja mengamati fase bulan maupun pergerakan matahari dan bintang. Dengan berpegangan pada pergerakan benda-benda langit, nenek moyang kita dapat mengetah...

Dari Galileo Sampai Einstein

Buku Dari Galileo Sampai Einstein ditulis oleh Chalis Setyadi dengan maksud untuk meningkatkan mutu pengajaran ilmu pengetahuan (sains) melalui berbagai pengamatan dan eksperimen. Pengenalan sains ini memang harus dimulai sejak dini (pra sekolah), tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK bahkan sampai Perguruan Tinggi. Pengenalan sains baik melalui pengamatan dan eksperimen bukanlah hal yang mudah meskipun tidak bisa dikatakan sulit jika ada bahan ajar yang bagus, menarik dan sederhana. Sederhana  menjadi hal yang penting dalam arti kegiatan pengamatan maupun rancangan eksperimen dapat dilakukan oleh kebanyakan siswa/guru serta kesediaan alat atau bahannya mudah didapat. Dalam buku ini ditawarkan 5 cara belajar sains secara atraktif, yaitu belajar sains melalui : - percobaan - membaca buku - pengamatan alam sekitar - melalui praktek lapangan - alat peraga visual Cara belajar sains dengan kelima cara tersebut selaras dengan teori konstruktvisme yang memandang pengetahuan bukan...

Cara Menggambar Vektor Gaya Coulomb

  Sebagai besaran vektor, gaya Coulomb dapat digambarkan seperti halnya kalau kita menggambar resultan dari dua gaya atau lebih. Yang perlu diperhatikan di sini adalah jika muatannya sejenis maka akan tolak-menolak dan jika muatannya tak sejenis akan tarik menarik. Artinya harus ada kesesuaian antara sifat tersebut dengan gambar yang dihasilkan nanti. Selanjutnya vektor gaya Coulomb F diletakkan pada garis hubung dari kedua muatan tersebut. F 12 adalah gaya Coulomb pada muatan 1 yang dikerjakan pada muatan 2 dan F 21 adalah gaya Coulomb pada muatan 2 yang dikerjakan pada muatan 1. Kedua gaya ini merupakan pasangan aksi reaksi, sehingga berlaku F 12 = - F 21 dan F 12 = F 21 = F. Gambar vektor gaya Coulomb di atas berturut-turut untuk (a) dan (b) jika muatannya saling tolak menolak dan gambar (c) jika muatannya saling tarik-menarik. Pertanyaan yang muncul selanjutnya bagaimana jika letak muatan-muatannya tidak segaris? Untuk selanjutnya dimisalkan ada muatan Q (positif...

Hukum Coulomb

Pada postingan sebelumnya kita telah mengetahui bahwa salah satu sifat muatan adalah akan tarik-menarik atau tolak menolak. Besarnya gaya tarik-menarik atau tolak menolak ini dihitung pertama kali oleh Charles Augustin Coulomb (1736 – 1806). Alat yang digunakan oleh Coulomb waktu itu mirip dengan neraca Cavendish. Menurut hukum Coulomb, besarnya gaya tarik-menarik atau tolak-menolak yang disebabkan oleh muatan-muatan ini tergantung pada besar masing-masing muatan dan berbanding terbalik dengan jarak kedua muatan tersebut. yang artinya harga mutlak q, atau q selalu positif. k = konstanta = 8,98755178737 x 10 9 N.m 2 /c 2 = 9 x 10 9 N.m 2 /c 2 q = muatan (Coulomb) r = jarak kedua muatan (m) Konstanta k sering juga dituliskan sebagai Dengan e 0 disebut sebagai permitivitas ruang hampa yang besarnya e 0 = 8,85418781762 x 10 -12 C 2 /N.m 2 Hukum Coulomb ini berlaku untuk berlaku untuk benda-benda bermuatan yang berukuran kecil (muatan titik) yang terpisahkan pada jarak y...

Sifat – Sifat Muatan Listrik

  Sebuah penggaris plastik yang digosok-gosokan pada rambut akan mampu menarik kertas-kertas kecil yang ada di dekatnya. Demikian juga sebuah balon yang sebelumnya digosok-gosokan pada kain wol akan menempel pada tembok. Mengapa hal ini terjadi? Kemampuan plastik dalam menarik kertas-kertas kecil maupun balon yang menempel pada tembok dikarenakan plastik dan balon tersebut telah menjadi benda yang bermuatan listrik. Terkait dengan itu, dapat dijabarkan sifat-sifat muatan listrik, sebagai berikut : 1. Ada dua jenis muatan listrik , yaitu muatan positif dan muatan negatif 2. Muatan-muatan yang sejenis akan tolak-menolak dan muatan yang berbeda jenis akan tarik-menarik 3. Muatan bersifat kekal artinya muatan tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Ketika suatu benda digosok dengan benda lain, tidak ada muatan yang tercipta. Yang terjadi adalah perpindahan muatan dari benda yang satu ke benda yang lain. Misalnya pada yang kaca digosok dengan sutra. Muatan negatif (e...

Evaluasi Soal UN IPA 2014 - 2015 (Bagian 3)

Postingan evaluasi soal UN IPA tahun 2014 - 2015 ini sebagai kelanjutan dari dua postingan sebelumnya yaitu evaluasi bagian 1 dan bagian 2 . 15. Soal nomer 15 mengenai cara pembuatan magnet dengan cara digosok serta cara induksi. Pada soal ditunjukkan sebuah batang besi yang didekatkan dengan batang baja. Batang besi tersebut mengalami induksi sehingga menjadi magnet yang kutub-kutubnya sudah diketahui. Ditanyakan bagaimana pembentukan magnet batang baja agar sesuai dengan gambar. Pilihan jawabannya ditunjukkan pembuatan magnet dengan cara digosok. Tipe soal yang lain, masih serupa tetapi pilihan jawabannya ditunjukkan pembuatan magnet dengan cara dialiri arus listrik (elektromagnetik). Saya kira ini tidak ada perbedaan kesulitan yang dialami siswa ketika ada yang mendapatkan soal mengenai pembuatan magnet dengan cara digosok maupun dialiri listrik. 16. Soal nomer 16 mengenai transformator. Diketahui data mengenai dua buah transformator dengan besaran tegangan, kuat arus dan d...

Evaluasi Soal-Soal UN IPA 2014-2015 (Bagian 2)

Evaluasi soal-soal UN IPA 2014-2015 ini merupakan lanjutan dari postingan  sebelumnya . Berdasarkan pengamatan secara sekilas dari sekitar 20 paket soal yang kudapat dari perpustakaan sekolah, tidak ada perbedaan berarti soal-soal tiap paket baik dari tingkat kesulitan maupun jenis soalnya. Semoga hal ini tidak menjadi kebimbangan, terutama bagi para siswa maupun guru mapel UN yang bertanya-tanya mengenai "tingkat keadilan" pada paket soal yang diterima tiap anak. Baiklah kita lanjutkan saja evaluasi atau sedikit resume mengenai soal-soal UN IPA tahun pelajaran 2014-2015. 8. Soal nomer 8 mengenai hubungan antara massa jenis dengan posisi benda ketika dimasukkan ke dalam air. Sedikit kejutan ternyata yang dikeluarkan soal ini  (hukum Archimedes). Kok bukan penerapan hukum Pascal, tekanan hidrostatis maupun yang lainnya. Di salah satu soal disajikan gambar dua buah benda yang berada di dalam zat cair yang diketahui massa jenisnya. Ditanyakan berapa perkiraan massa jenis ...

Evaluasi Soal-Soal UN IPA 2014-2015 (Bagian 1)

Soal-soal yang diujikan pada UN IPA tanggal 7 Mei 2015 lalu banyak sekali yang sesuai dengan prediksi maupun kisi-kisi yang selama ini kita pelajari. Sehingga tidak ada alasan jika siswa-siswa kita nanti, pada saat pengumuman (rencana tanggal 10 Juni 2015) akan mendapatkan nilai yang mengecewakan khususnya untuk UN Mapel IPA. Kita amati dari beberapa soal dari sekian paket soal. 1. Soal nomer 1 mengenai besaran dan satuan yang sesuai. Tepatnya yang ditanyakan adalah manakah yang termasuk dalam kelompok besaran turunan dan satuannya dalam SI. Ternyata pula, dari 20 paket soal yang saya lihat, untuk nomer 1 semua paket sama soalnya. Di situ ada tabel besaran yaitu ada volume, kuat arus listrik, intensitas cahaya, tegangan listrik dan tekanan dengan berbagai satuan. 2. Soal nomer 2, mirip-mirip juga antar paketnya, yaitu mengenai sifat-sifat zat. Ada yang mendapatkan pertanyaan sifat zat padat, zat cair atau gas. Tetapi polanya sama, yaitu diberikan daftar sifat-sifat zat dan dita...

Rumus Fisika : Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak suatu benda yang menempuh lintasan lurus dengan perubahan kecepatan konstan (percepatan tetap). Rumus umum Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) : v t = v 0 + at s = v 0 t + ½ a t 2 v t 2 = v­ 0 2 + 2 as untuk percepatan bisa menggunakan rumus : Perhatikan grafik GLBB sebagai berikut Luas daerah yang diarsir berbentuk trapesium, yang memiliki luas sebesar : Luas OABC = luas trapesium Tampak bahwa luas trapesium OABC sama dengan perpindahan benda. Dapat dikatakan bahwa perpindahan sama dengan luas grafik di bawah v(t). Demikian juga pada kasus gerak lurus beraturan (GLB), besar perpindahan sama dengan luas persegi yang terbentuk pada grafik v(x) terhadap t. Contoh Soal : 1. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 72 km/jam. Mobil dipercepat dengan percepatan 1 m/s 2 . Berapa kecepatan dan jarak yang ditempuh setelah 10 detik? Penyelesaian : Diketahui : v 0 = 72 km/jam = 72000 km/3600 jam = 20 m/s a = 1 m/s 2 t = 10 s Dita...

Gerak Lurus Beraturan (GLB)

Sekedar mengingat kembali materi gerak lurus beraturan (GLB) sebelum dilanjutkan dengan postingan berikutnya mengenai soal-soal fisika yang terkait dengan materi ini. Gerak lurus beraturan (GLB) merupakan gerak suatu benda yang lurus dengan kecepatan konstan. Misalnya sebuah mobil bergerak lurus dengan kecepatan 80 km/jam. Artinya mobil tersebut dalam waktu 1 jam akan menempuh 80 km. Kalau 2 jam, berarti mobil tersebut menempuh 2 x 80 = 160 km, 3 jam menempuh 3 x 80 = 240 km dan seterusnya. Sehingga ketika kecepatan mobil tersebut sebesar v, maka dalam waktu t mobil akan menempuh jarak v.t. Jika posisi awal mobil adalah X 0 , maka setelah waktu t mobil menempuh : x =x 0 + v.t Persamaan tersebut merupakan rumus untuk gerak lurus beraturan. Contoh : Sebuah mobil bergerak di jalan bebas hambatan. Jika mobil bergerak dengan kecepatan tetap 90 km/jam selama 20 menit. Tentukan jarak yang ditempuh mobil itu selama 40 menit? Tentukan posisi mobil sekarang jika mobil sebelumnya sudah be...

Mengenal Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA)

Sumber gambar :  geografiselly.wordpress.com Mengenal Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa atau disingkat dengan IPBA ini merupakan kelanjutan dari postingan Bencana Alam Kebumian , meskipun sebenarnya dikenalkan dulu IPBA nya. Karena materi Bencana Alam Kebumian merupakan bagian dari materi IPBA. Tapi begitulah gagasan yang bisa muncul secara tiba-tiba, sayang kalau ditunda-tunda nanti malah hilang semangatnya. Materi IPBA (Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa) telah dikenalkan sejak SD, bahkan anak kelas 1 pun sudah sedikit-sedikit mengenalnya. Teringat beberapa soal anak saya, yang menanyakan tentang benda langit yang kelap-kelip pada malam hari. Ada 3 pilihan yaitu bulan, bintang dan matahari. Demikian juga soal-soal lain seperti pertanyaan di sebelah manakah matahari berada saat pagi hari. Materi IPBA ini akan terus berlanjut sampai kelas VI SD, yang sudah mengenal tentang tata surya, pengaruh rotasi dan revolusi bumi. Untuk tingkat SMP, materi IPBA sampai mengenal hukum k...