• LinkedIn
  • Subcribe to Our RSS Feed

Jumat, 12 Desember 2014

Anti Korupsi dan Kurikulum 2013

Desember 12, 2014 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

Turut menyukseskan Hari Anti Korupsi Sedunia yang diperingati tiap 9 Desember, kami mecoba menulis dengan tema Anti Korupsi dan Kurikulum 2013.

Beberapa waktu lalu pendidikan karakter telah banyak disosialisakan untuk diterapkan di sekolah, dari pendidikan dasar sampai perguruan tingga. Muncullah gagasan pendidikan yang berbasis karakter. Setelah itu, muncul juga pendidikan anti korupsi. Tidak berbeda jauh  dengan pendidikan karakter, meskipun dengan nada yang "lebih ganas", pendidikan anti korupsi ini pun tidak sepenuhnya masuk ke lingkungan sekolah. Adem ayem lah.

Gagasan-gagasan Sekolah Masa Depan : Sekolah Bebas Korupsi seolah-olah hanya khayalan semata.
Penerapan kurikulum 2013  yang menegaskan kembali peranan pendidikan karakter membawa angin segar bagi terwujudnya generasiemas penerus bangsa.

Jelas, dalam kurikulum 2013, ada tiga jenis ranah penilaian, yaitu penilaian sikap (sosial dan spiritual), pengetahuan dan ketrampilan. Ketiga ranah ini, saling melengkapi tetapi penilaian diberikan terpisah. Ketiga ranah tersebut itu setara, tidak ada ranah yang lebih baik dibanding dengan ranah lainnya. Ranah sikap, pengetahuan dan ketrampilan memiliki proporsi yang sama.

Nilai-nilai anti korupsi diintegrasikan dalam pembelajaran di sekolah-sekolah dengan harapan untuk memutus mata rantai korupsi di negeri ini. Nilai-nilai  anti korupsi yang dimaksud meliputi kerjasama, keadilan, tanggung jawab, kepedulian, kejujuran, kedisiplinan, keberanian, kegigihan, dan kesederhanaan.

Tentunya ada benang merah nilai-nilai anti korupsi ini dengan nilai sikap (spiritual dan sosial) yang ada di kurikulum 2013.

Menjadi tantangan tersendiri bagi guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai anti korupsi atau sikap tersebut dalam pembelajaran. Nilai-nilai ini bukan saja diterapkan pada mata pelajaran agama maupun Pkn, tetapi semua pelajaran. Selain ini, nilai-nilai ini juga diintegrasikan melalui kegiatan ekstrakurikuler, misalnya pada pramuka.

Bagi guru IPA, menjadi tantangan sendiri untuk menghubungkan materi pelajaran dengan nilai-nilai tersebut. Misalnya, dalam pembelajaran di laboratorium. Peserta didik dituntut untuk melaporkan hasil pengukuran maupun pengamatan seperti yang dilakukannya. Hasil pengukuran/pengamatan ini tentunya tidak boleh dirubah/dimanipulasi. Selain hasilnya menjadi tidak valid, juga tindakan memanipulasi data ini bertentangan dengan nilai-nilai anti korupsi maupun sikap, yaitu kejujuran.

Kerja sama dalam kelompok juga harus terus digalakkan. Antar teman di kelas tidaklah saling menjatuhkan maupun menganggap teman yang lain sebagai saingan. Proses pembelajaran di sekolah bukanlah pertandingan dengan adanya satu pemenang. Pembelajaran merupakan proses agar semuanya berhasil mencapai tujuan. Semuanya harus menjadi juara, atau menang semua.

Untuk itu, kolaborasi dalam pembelajaran sangat diperlukan untuk menjembatani antara peserta didik yang "lemah" dengan peserta didik yang "kuat". Peserta didik yang "lemah" akan terbantu dan termotivasi oleh teman sekelompoknya yang lebih "kuat". Sedang yang "kuat" rela hati membagikan ilmunya kepada yang lebih "lemah". Dengan harapan dia akan semakin "kuat", semakin maju wawasannya. Pahamkan kepada golongan yang "high" atau "kuat" tadi, bahwa tidak ada yang hilang ketika berbagi ilmu. Yang ada malah pemahaman atas suatu pengetahuan akan semakin mantap. Dan kepercayaan diri pun akan meningkat.

Demikianlah, semoga dengan diterapkannya kurikulum 2013, maka pendidikan karakter maupun pendidikan anti korupsi akan menjiwai setiap mata pelajaran.




 

Operasi Angka Penting

Operasi aljabar secara umum dibagi empat, yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
Aturan dalam operasi angka penting adalah sebagai berikut :
1. Penjumlahan atau pengurangan dua bilangan penting atau lebih akan memiliki hasil dengan banyak angka penting terkecil.
Contoh :
Sebuah pengukuran 112,4 + 1234,5 = 1346,9. Jika menggunakan aturan angka penting diperoleh hasil 1347 (pembulatan dari 1346,9)
112,4( 4 angka penting)
1234,5 (5 angka penting)
Maka hasil penjumlahannya dari keduanya :
1347 (4 angka penting)

2. Perkalian atau pembagian dua bilangan penting atau lebih akan menghasilkan hasil dengan banyak angka penting terkecil.
Contoh :
Sebuah pengukuran 1,23 x 4,5 = 5,535. Jika menggunakan aturan angka penting maka dihasilkan 5,5.
1,23 ( 3 angka penting)
4,5  ( 2 angka penting)
Operasi perkalian keduanya akan menghasilkan :
5,5 (2 angka penting)

Tentunya aturan angka penting ini selalu dipegang, terutama dalam pengukuran.
Misalnya kita menggunakan penggaris untuk mengukur panjang dan lebar sebuah kertas, ternyata dihasilkan panjang = 21,4 cm dan lebar = 14,1 cm. Ditanyakan berapa luas kertas tersebut?
Dengan mudah diketahui bahwa luas kertas tersebut = panjang x lebar = 21,4 cm x 14,1 cm = 301,74 cm2.

Namun kalau dilihat dari aturan angka penting hasil ini tidak bisa diterima :
Bagaimana mungkin bilangan dengan 3 angka penting dikalikan dengan 3 angka penting, akan menghasilkan bilangan dengan angka penting sebanyak 5?
Dilihat dari alatnya, yaitu penggaris/mistar tidaklah mungkin menghasilkan angka penting dengan dua desimal dibelakang angkanya.

Di sinilah konsep kejujuran diterapkan. Telitilah dalam pengukuran, tetapi tidak boleh menambah tingkat ketelitian yang tidak sesuai dengan alat yang digunakan.

Kisi-Kisi Ujian Nasional IPA Fisika SMP 2014/205

Desember 12, 2014 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

Kisi-kisi ujian nasional untuk satuan pendidikan dasar dan menengah tahun 2014/2015 telah diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Kisi-kisi ujian nasional IPA SMP/Mts tahun 2014/2015 nampaknya tidak mengalami perubahan seperti tahun sebelumnya.

Untuk IPA SMP, khususnya Fisika ada 6 kompetensi yang dijabarkan menjadi  dan jika dijabarkan menjadi 17 indikator.
Secara ringkasnya, materi IPA fisika dalam Ujian Nasional tahun 2014/205 meliputi :

  1. Besaran, Satuan dan Pengukuran 
  2. Zat dan Kalor
  3. Dasar-dasar mekanika
  4. Getaran, gelombang, bunyi dan optik
  5. Listrik Magnet
  6. Tata Surya 


Berikut kompetensi dan indikator dari kisi-kisi Ujian Nasional IPA SMP

Kompetensi 1 : Melakukan pengukuran dasar secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator : Menentukan besaran pokok, besaran turunan dan satuannya atau penggunaan alat ukur dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi 2 : Menerapkan konsep zat dan kalor serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator :

  1. Menentukan sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya atau penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Menentukan konversi suhu pada termometer.
  3. Menentukan besaran kalor dalam proses perubahan suhu atau penerapan perubahan wujud zat dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi 3 : Mendeskripsikan dasar-dasar mekanika (gerak, gaya, usaha, dan energi) serta penerapan konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator :

  1. Menentukan jenis gerak lurus atau penerapan hukum Newton dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Menentukan besaran fisis pada usaha atau energi .
  3. Menentukan penerapan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Menentukan besaran fisis yang terkait dengan tekanan pada suatu zat.

Kompetensi 4 : Memahami konsep-konsep dan penerapan, getaran, gelombang, bunyi, dan optik dalam produk teknologi sehari-hari.
Indikator :

  1. Menentukan besaran fisis pada getaran atau gelombang.
  2. Menjelaskan sifat bunyi atau penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Menentukan sifat cahaya, besaran-besaran yang berhubungan dengan cermin/lensa atau penerapan alat optik dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi 5 : Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator :

  1. Menjelaskan gejala listrik statis dalam penerapan kehidupan sehari-hari.
  2. Menentukan besaran-besaran listrik dinamis dalam suatu rangkaian (seri/paralel, Hukum Ohm atau Hukum Kirchhoff) serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Menentukan besaran fisis energi atau daya listrik dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Menjelaskan cara pembuatan magnet dan kutub-kutub yang dihasilkan.
  5. Menjelaskan peristiwa induksi elektromagnetik atau penerapannya pada transformator.

Kompetensi 6 : Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya.
Indikator : Menjelaskan ciri-ciri anggota tata surya atau peredaran bumi-bulan terhadap matahari.

Dengan kejelasan indikator-indikator tersebut, nampaknya tidak ada alasan bagi para siswa untuk gagal dalam menghadapi Ujian Nasional tahun 2015 ini. Tidak usah "gemrungsung" atau tergesa-gesa dalam belajar. Masih banyak waktu untuk menguasai ke-17 indikator di atas.

Bagi yang membutuhkan kisi-kisi ujian nasional 2014/2015 dapat mendownload pada link berikut.
Download Kisi-Kisi Ujian Nasional tahun 2014/2015



Tekanan pada Tubuh Manusia

Desember 12, 2014 // by Arsyad Riyadi // , , , , // No comments

Tekanan bisa diartikan sebagai besarnya gaya persatuan luas.  Satuannya adalah Pascal atau N/m2.
Dalam kedokteran, metode yang biasa digunakan untuk menunjukkan adanya tekanan adalah dengan melihat tinggi kolom udara merkuri (Hg). Ingat : 1 mmHg = 0,133Pa.
Sebagai contoh, tekanan darah tinggi yang terbaca sebagai 120 mm Hg (15,8 kPa) menunjukkan bahwa kolom merkuri pada ketinggian tersebut memiliki tekanan yang setara dengan tekanan sistolik pasien.
download
Alat klinis yag biasa digunakan untuk mengukur tekanan adalah sphygmomanometer, yang digunakan untuk mengukur tekanan darah. Ada dua jenis tekanan gauge yang dipergunakan pada sphygmomanometer. Pada manometer merkuri ,besarnya tekanan ditunjukkan tinggi kolom merkuri dalam tabung kaca. Sedangkan pada manometer aneroid, tekanan mengubah bentuk tabung flexible tertutup, yang menyebabkan jarum bergerak ke angka.
Tekanan pada otak
Otak berisi kurang lebih 150 cm3 cairan cerebprospinal (CSF). Peningkatan tekanan akan menyebabkan pembesaran tulang kepala. Kondisi ini disebut dnegan hydrocephalus (kepala air). Bila kondisi ini dideteksi secepatnya, maka dapat diatasi melalui operasi penambahan drainase untuk CSF.
Tekanan pada CSF ini dapat diketahui dengan mengukur lingkar kepala di atas telinga. Nilai normal untuk bayi yang baru lain adalah 0,32 – 0,37 m. Metode deteksi yang lain adalah melalui transillumination, yaitu menggunakan pemindaian/scan.
Tekanan pada Mata
Cairan benaing pada bola mata (acqueous dan vitreous humor), berada dalam tekanan dan mempertahankan bola mata pada bentuk dan ukuran yang tetap.
Ahli kedokteran zaman dulu merasakann tekanan pada mata depan dengan cara menekan mata menggunakan jari. Dalam ilmu kedokteran moderna, tekanan pada mata dapat dihitung menggunakan berbagai alat. Misalnya tonometer, yang digunakan untuk mengukur jumlah indentasi (lekukan) yang dihasilkan oleh gaya tertentu.
Pada tubuh lain, seperti ssitem pencernaan, tulang, kandung kemih juga ditemukan konsep-konsep tekanan. Misalnya Ketika akan ujian, kita stress sehingga seringkali ke belakang untuk buang air kecil. Hal ini disebabkan oleh meningkatknya tekanan pada kandung kemih karena tegang.

Prinsip Relativitas Einstein

Desember 12, 2014 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

ostulat pertama : semua hukum fisika memiliki bentuk yang sama pada semua kerangka acuan inersia.

Postulat kedua : cepat rambat cahaya dalam vakum memiliki nilai sama, yaitu c = 2,99792458 x 108 m/s atau dibulatkan menjadi 3,0 x 108 m/s.

Untuk kecepatan-kecepatan yang mendekati c, transformasi Galileo yang berdasarkan penjumlahan kecepatan klasik memungkinkan hasil penjumlahan yang melebihi c (berlawanan dengan postulat kedua dari relativitas Einstein) 

Transformasi yang memenuhi kedua postulat Einstein, selanjutnya disebut transformasi Lorentz.

Misalnya suatu kejadian P yang diamati oleh kerangka diam S dengan koordinat (x, y, z, t) dan kerangka bergerak S’ dengan koordinat( x’, y’, z’, t’) sebagai berikut.
transformasi lorentz











Penjumlahan kecepatan relativistik








Bandingkan dengan penjumlahan klasik






Tampak terlihat, bahwa untuk benda yang bergerak dengan v<< 

Kamis, 11 Desember 2014

Transformasi Galileo

Desember 11, 2014 // by Arsyad Riyadi // , , // No comments

Terdapat kerangka acuan S dengan sistem koordinat (x, y, z) dan kerangka acuan S’ dengan sistem koordinat (x’, y’, z’).
image
Transformasi kebalikan
image
Transformasi Galileo untuk kecepatan
image     image
Kegagalan transformasi Galileo
Diberikan kejadian sebagai berikut.
Sebuah pesawat luar angkasa bergerak dengan kecepatan 0,6c meninggalkan bumi. Dari pesawat tersebut ditembakkan peluru dengan kecepatan 0,5c.
image
Menurut transformasi Galileo, kecepatan peluru menurut pengamat di bumi jika arah peluru searah pesawat adalah
vx = v’x + v = 0,6c + 0,5c = 1,1c
Tampak bahwa hasil ini tidak dapat diterima karena diperoleh kecepatan yang lebih besar dari kecepatan cahaya c.

Besarnya kecepatan cahaya yang tidak tergantung pada kerangka acuan yang dipakai menjadi kunci dari relativitas Einstein.
Hal ini berakibat bahwa yang namanya panjang dan waktu bukanlah sesuatu yang mutlak.
Dengan kata lain :




Dengan menganggap :
kelajuan = jarak dibagi waktu
Maka ketika kelajuan cahaya adalah konstan, maka satu-satunya yang mungkin adalah berubahnya jarak dan waktu yang tergantung pada gerakan pengamat
Inilah premis utama dari teori spesial khusus.
image

Mengenal Tata Surya

Desember 11, 2014 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

Tata Surya adalah susunan benda-benda langit  yang terdiri dari matahari, planet-planet yang berputar mengelilingi matahari dan juga asteroid, komet serta benda-benda langit lainnya.
Semua bintang (misalnya matahari) dapat memancarkan cahayanya sendiri, sedangkan planet, asteroid, komet dan benda langit lainnya tidak dapat memancarkan cahanya sendiri.
Ada delapan planet yang dikenal, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Sedangkan Pluto dikenal sebagai planet kerdil yang berada di luar orbit planet.
Sumber : http://www.astrobio.net/news-exclusive/solar-system-simulation-reveals-planetary-mystery/

Untuk menghapalkan planet-planet tersebut secara berurutan dari yang dekat matahari sampai yang paling jauh, dapat menggunakan singkatan. Misalnya :
Mengemudikan Vespa Bukan Mainan , Joni Sahabat Urip Nekat [Pergi]
ada juga yang menggunakan singkatan :
Memainkan Volley Ball Membuat Jantung Sehat Untuk Nenek [Peot]
( catatan : P = Pluto sudah tidak masuk dalam anggota tata surya)

Planet-planet tersebut ada yang  yang dapat dilihat dengan mata telanjang, seperti  Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus

Pengelompokan planet :
Planet-planet dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a. Bumi sebagai pembatas
1) Planet inferior : Merkurius dan Venus
2) Planet superior : Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto

b. Lintasan asteroid (terletak antara planet Mars dan Jupiter) sebagai pembatas
1) Planet dalam (inner planet) : Merkurius, Venus, Bumi, Mars
2) Planet luar (outer planet) : Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto

c. Ukuran dan komposisi bahan penyusunnya
1) Planet terrestial (kebumian) : Merkurius, Venus, Bumi, Mars
2) Planet Jovian (raksasa) : Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus
Ini dulu pembahasan pengenalan tata surya. Masih banyak yang harus dipelajari pada postiongan mendatang.

Rabu, 10 Desember 2014

Fisika Tubuh Manusia

Desember 10, 2014 // by Arsyad Riyadi // , , // No comments

Fisika Kedokteran :
Fisika Tubuh Manusia
Lima tahun lebih kuliah di fisika, belum pernah membaca buku mengenai Fisika Tubuh Manusia. Judul asli buku ini adalah Physics of the Body. Ya...boro-boro membaca, wong dulu sama sekali tidak tahu ada buku seperti ini.
Pernah dengar juga sih, kalau di kedokteran ada mata kuliah fisikanya. Tetapi, yang ada di benakku paling fisika dasar, yang memuat mekanika saja.

Itu saat tahun 1996 - 2001 aku kuliah. Nah, baru di tahun 2014 aku berkesempatan membaca buku Fisika Kedokteran, yaitu Fisika Tubuh Manusia. Buku ini merupakan edisi terjemahan yang diterbitkan CV. Sagung Seto, Jakarta. Pengarang aslinya John R. Cameron, James G. Skofronick dan Roderick M. Grant. Buku ini diterjemahkan oleh Dra. Lamyarni I, Sard, M. Eng.

Salah satu buku teks fisika, yang pertama kali membahas mengenai tubuh manusia ditulis oleh Neil Arnott, M.D yang berjudul Elements of Physics or Natural Phylosophy : General and Medical) yang diterbitkan di London tahun 1827.

Dalam bahasa Yunani, Fisika kedokteran dikenal dengan nama iatrophysics. Sedangkan ahli iatrophysics pertama adalah orang Italia yang bernama Giovanni Alfonso Borelli.

Dalam ilmu kedokteran, fisika dibagi dalam dua bidang yang luas, yaitu :
  • aplikasi prinsip-prinsip fisika untuk memahami fungsi tubuh manusia dalam masalah kesehatan dan penyakit
  • aplikasi fisika pada instrumentasi yang digunakan dalam diagnosa dan terapi.
Hal yang pertama dikaitkan dengan ilmu fisika fisiologi, sedangkan hal yang kedua dihubungkan dengan fisika kedokteran klinis.

Hal-hal yang dibahas dalam buku Fisika Tubuh Manusia ini meliputi :
  1. Energi, panas, kerja dan kekuatan tubuh
  2. Otot dan gaya
  3. Fisika tulang
  4. Tekanan pada tubuh
  5. Osmosis dan ginjal
  6. Fisika paru-paru dan pernafasan
  7. Fisika dari sistem kardiovaskular
  8. Sinyal elektris pada tubuh
  9. Suara dan ucapan
  10. Fisika telinga dan pendengaran
  11. Fisika mata dan penglihatan
Adakah yang penasaran tentang hubungan fisika dengan tubuh manusia?
Misalnya kerja sistem tulang dan otot pada tubuh yang berfungsi sebagai pengungkit (lihat gambar berikut). Pengungkit atau tuas sendiri dibedakan menjadi 3, yaitu tuas kelas pertama, tuas kelas kedua, dan tuas kelas ketiga, Tuas kelas ketiga biasanya terdapat pada tubuh, tuas kelas kedua berada pada tingkat berikutnya dan tuas tuas kelas satu yang jarang ada.
Hubungan Sistem Tulang dengan Pengungkit/Tuas

Kisi-Kisi UN IPA Fisika SMP 2014/2015 : Kompetensi 1 (Besaran, Satuan, dan Pengukuran)

Desember 10, 2014 // by Arsyad Riyadi // , , // No comments

Kompetensi 1
Melakukan pengukuran dasar secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator :
Menentukan besaran pokok, besaran turunan dan satuannya atau penggunaan alat ukur dalam
kehidupan sehari-hari.

Membaca kompetensi dan indikator di atas, nampaknya ada beberapa tipe soal yang mungkin dikeluarkan.
Misalnya :
- Menanyakan besaran pokok dan satuannya
- Menanyakan besaran turunan dan satuannya
- Menanyakan besaran pokok, besaran turunan dan satuannya
- Cara menggunakan alat ukur
- Atau bahkan memadukan antara besaran, satuan dan alat ukur yang digunakan

Tetapi, tentunya berbagai kemungkinan itu bukanlah hal yang sulit, jika kita sudah menyiapkan segala sesuatunya.

Hal pertama yang mutlak dan tidak dapat diganggu gugat adalah bisa menghapal atau memahami ke-7 besaran pokok.
Besaran pokok meliputi :
1. Panjang (m)
2. Massa (kg)
3. Waktu (s)
4. Suhu (K)
5. Kuat arus listrik (A)
6. Intensitas Cahaya (cd)
7. Jumlah Zat (mol)

Satuan yang sering ditanyakan, biasanya dalam SI (satuan internasional) atau MKS (meter, kilogram, sekon). Jadi, janganlah tergoda dengan satuan yang lain, seperti CGS (senti meter, gram, sekon).
Amati satuannya. Satuan seperti cm, km, mil, dm memang satuan panjang, tetapi bukan satuan panjang dalam SI.
Demikian juga ada gram, ons, kuintal, ton  juga bukan satuan massa dalam SI.

Kesalahan lain, yaitu ketika ada soal menentukan satuan dari suhu. Masih banyak yang memilih derajat Celcius sebagai satuan dalam SI. Padahal jawaban yang benar adalah Kelvin.
Tentunya di samping Celcius, Kelvin masih ada Reamur dan Fahrenheit. Tetapi dalam SI, satuan yang dipakai adalah Kelvin (K).

Sampai di sini dulu pembahasan besaran pokoknya. Untuk besaran turunan maupun pengukurannya akan kita pelajari pada tulisan berikutnya.



Aturan-Aturan dalam Penulisan Angka Penting

Dalam suatu pengukuran, dihasilkan angka-angka yang diyakini nilainya. Angka-angka ini dinamakan angka penting. Angka penting ini meliputi angka pasti dan angka taksiran (diragukan).

Berikut ini adalah aturan-aturan dalam penulisan angka penting.
1. Semua angka yang bukan nol adalah angka penting.
Contoh :
5,64 cm memiliki 3 angka penting
12,25 kg memiliki 4 angka penting

2. Semua angka nol yang terletak di antara angka bukan nol merupakan angka penting
Contoh :
1105 m memiliki 4 angka penting
1,0544 km memiliki 5 angka penting

3. Semua angka nol yang menunjukkan perpangkatan sepuluh bukan merupakan angka penting, kecuali diberi tanda khusus, misalnya diberi tanda garis bawah
Contoh :
0,00234 memiliki 3 angka penting
0,2145000 memiliki 7 angka penting (semua angka nol dibelakang angka 5 dianggap angka penting)
0,245000 memiliki 4 angka penting (angka nol yang dianggap angka penting hanya yang persis di belakang angka 5)

Sehingga jika ada angka 20000 bisa mempunyai angka penting sebanyak 1, 2, 3, 4 bahkan 5 kecuali ada penjelasan lain.

Agar kebingungan tidak terjadi, maka penulisan angka di atas menggunakan bentuk pangkat : 2 x 104 (1 angka penting), 2,0 x 104 (2 angka penting), 2,00 x 104 (3 angka penting) dan seterusnya.

Sumber :
Foster, Bob. 2004. Terpadu Fisika SMA Jilid 1A untuk kelas X. Erlangga
Surya, Yohanes. 1996. Olimpiade Fisika : Teori dan Latihan Fisika Menghadapi Masa Depan Sekolah Menengah Umum Catur Wulan Pertama Kelas 1. PT Primatika Cipta Ilmu