Tulisan Unggulan
AKM Vs UN
Salah satu kebijakan merdeka belajar adalah mengubah Ujian Nasional (UN) menjadi Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter. Kebi...
Halo Bapak/Ibu Guru! Mari hidupkan suasana kelas dengan kuis interaktif "Benar atau Salah" bertema Klasifikasi Makhluk Hidup. Kuis ini dirancang khusus untuk menggabungkan materi Biologi dengan logika Berpikir Komputasional secara seru dan modern.
Melalui kuis ini, murid tidak hanya belajar ciri-ciri organisme, tapi juga melatih ketelitian logika mereka. Menariknya, hasil belajar siswa akan otomatis terekam secara real-time ke sistem nilai sehingga memudahkan administrasi Bapak/Ibu. Yuk, bagikan kuis ini kepada murid dan buat belajar sains jadi lebih menyenangkan!
Arsyad Riyadi Januari 14, 2026 New Google SEO Bandung, IndonesiaPetualangan Digital: Mengungkap Rahasia Klasifikasi Makhluk Hidup
Halo, Penjelajah Sains! Pernahkah kamu membayangkan bagaimana ilmuwan mengelompokkan jutaan makhluk hidup di bumi? Ternyata, caranya sangat mirip dengan cara komputer bekerja! Yuk, kita pelajari Klasifikasi Makhluk Hidup menggunakan KKA (Koding dan Kecerdasan Artificial).
1. Apa itu Klasifikasi?
Klasifikasi adalah cara kita mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-cirinya. Tujuannya agar kita lebih mudah mengenali dan mempelajari mereka.
Pilar Berpikir Komputasional dalam Klasifikasi:
Dekomposisi: Memecah ciri makhluk hidup yang rumit menjadi bagian-bagian kecil (misal: jenis kaki, tempat tinggal, atau cara bernapas).
Pengenalan Pola: Mencari kesamaan ciri pada kelompok hewan yang berbeda.
Abstraksi: Memfokuskan diri pada ciri yang penting saja (seperti tulang belakang) dan mengabaikan ciri yang kurang penting (seperti warna bulu).
Algoritma: Menyusun langkah-langkah tanya-jawab (Ya/Tidak) untuk menentukan nama hewan.
2. Mengenal Kunci Determinasi (Pohon Keputusan)
Kunci determinasi adalah alat yang berisi daftar ciri-ciri berpasangan yang membawa kita pada identitas suatu makhluk hidup.
Contoh Logika Biner (Ya/Tidak):
Apakah memiliki tulang belakang?
Ya: (Lanjut ke pertanyaan 2)
Tidak: Hewan Invertebrata (Contoh: Cacing).
Apakah menyusui anaknya?
Ya: Kelompok Mamalia (Contoh: Kucing).
Tidak: (Lanjut ke pertanyaan lain).
3. Riset Cerdas dengan AI (Artificial Intelligence)
Terkadang, ciri fisik luar tidak cukup untuk membedakan dua hewan yang mirip. Kita bisa menggunakan AI (seperti ChatGPT atau Gemini) untuk riset mendalam.
Contoh Perintah (Prompt) ke AI:
"Halo AI, saya sedang membuat kunci determinasi. Tolong jelaskan perbedaan struktur jantung antara reptil dan amfibi dalam bentuk tabel sederhana."
4. Proyek Koding: Membuat Chatbot Klasifikasi di Scratch
Sekarang, mari kita ubah logika biologi menjadi program komputer!
Langkah-langkah di Scratch:
Siapkan Karakter: Pilih satu karakter sebagai "Asisten Peneliti".
Gunakan Sensor Jawaban: Gunakan blok
tanya dan tungguuntuk bertanya kepada pengguna.Gunakan Logika IF-ELSE (JIKA-MAKA):
JIKA<jawaban = "Ya">MAKA(ajukan pertanyaan berikutnya).LAINNYA(berikan jawaban kelompok hewan lain).
Uji Coba (Debugging): Jalankan programmu. Jika kamu memasukkan ciri "Burung" tapi program menjawab "Ikan", berarti ada algoritma yang perlu diperbaiki!
5. Tantangan Kelompok
Buatlah alur kunci determinasi untuk 5 hewan di lingkungan sekolahmu.
Simulasikan alur tersebut dengan berjalan di "Jalur Algoritma" di lantai kelas.
Buatlah program Scratch-nya dan bagikan ke teman-temanmu!
Refleksi: Apa persamaan antara cara otakmu mengelompokkan hewan dengan cara program koding yang kamu buat?
Arsyad Riyadi Januari 14, 2026 New Google SEO Bandung, IndonesiaInovasi Pembelajaran IPA Biologi: Menghidupkan Klasifikasi dengan KKA
Selamat datang di era pembelajaran masa kini! Apakah Anda sering merasa materi Klasifikasi Makhluk Hidup sulit dipahami murid karena terlalu teoretis? Kini saatnya kita membawa transformasi ke dalam kelas melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).Dalam draf perencanaan terbaru yang saya bagikan kali ini, kita akan mengeksplorasi bagaimana materi klasifikasi tidak lagi sekadar hafalan taksonomi, melainkan sebuah petualangan logika yang mengintegrasikan KKA (Koding dan Kecerdasan Artificial).
Melalui perencanaan ini, murid akan diajak untuk:
Berpikir Kritis: Menyusun kunci determinasi secara fisik lewat jalur algoritma di lantai kelas.
Berinteraksi dengan AI: Menggunakan Generative AI sebagai asisten riset untuk menggali data biologis yang mendalam.
Menjadi Kreator Digital: Mentransformasikan pengetahuan biologi mereka menjadi Chatbot Klasifikasi interaktif menggunakan Scratch.
Modul ini disusun berdasarkan Kerangka Pembelajaran Mendalam Revisi 2025, memastikan setiap aktivitas tetap bermakna, berkesadaran, dan tentu saja menggembirakan bagi murid. Mari kita intip bagaimana kolaborasi antara sains, logika algoritma, dan kecerdasan buatan dapat menciptakan pengalaman belajar yang tak terlupakan!
Simak detail perencanaannya di bawah ini...
download (.doc) Arsyad Riyadi Januari 14, 2026 New Google SEO Bandung, IndonesiaBelajar IPA SMP Ternyata Bukan Cuma Hafalan: Yuk, Intip Apa Saja yang Dipelajari!
Halo teman-teman semua! Pernah nggak sih kalian merasa kalau pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) itu cuma soal menghafal nama latin atau rumus fisika yang ribet? Nah, kalau kita mengintip panduan kurikulum terbaru untuk tingkat SMP (Fase D), ternyata tujuannya jauh lebih keren dan aplikatif untuk kehidupan kita sehari-hari.
Mari kita bedah apa saja yang bakal dipelajari anak SMP di pelajaran IPA dengan bahasa yang lebih santai!
1. Kenapa Kita Harus Belajar IPA?
Bukan sekadar biar dapat nilai bagus, belajar IPA itu sebenarnya melatih kita untuk berpikir seperti ilmuwan. Tujuannya adalah agar kita punya rasa ingin tahu yang tinggi, bisa berpikir kritis, jujur, dan solutif dalam menghadapi tantangan zaman seperti perubahan iklim atau inovasi teknologi.
2. Apa Saja yang Kita Pelajari? (Pemahaman IPA)
Di fase SMP, materinya sangat lengkap dan mencakup berbagai aspek kehidupan:
Dunia Makhluk Hidup: Kita akan belajar cara mengidentifikasi makhluk hidup, memahami sistem organisasi kehidupan (dari sel sampai organ), hingga belajar tentang sistem reproduksi dan pewarisan sifat. Bahkan, kita diajak bikin bioteknologi konvensional sendiri, lho!
Materi dan Zat: Kita akan menganalisis sifat dan perubahan zat. Bagian pentingnya, kita dilatih untuk mengevaluasi keputusan yang tepat agar terhindar dari zat aditif dan adiktif yang berbahaya bagi tubuh.
Energi, Gaya, dan Gerak: Mempelajari bagaimana benda bergerak, pengaruh tekanan, hubungan usaha dan energi, hingga bagaimana kalor (panas) berpindah dan memengaruhi suhu.
Gejala Alam dan Teknologi: Mengenal gelombang, kelistrikan, dan magnet. Menariknya, kita juga diajak mencari solusi energi melalui sumber energi listrik yang ramah lingkungan.
Bumi dan Antariksa: Memahami posisi Bumi, Bulan, dan Matahari untuk menjelaskan fenomena alam serta bagaimana cara kita merancang upaya mencegah perubahan iklim.
3. Belajar Sambil Praktik (Keterampilan Proses)
Ini bagian yang paling seru! Kamu nggak cuma duduk diam, tapi melakukan aksi nyata melalui 6 langkah utama:
Mengamati: Mencatat fenomena di sekitar sesuai karakteristik objeknya.
Mempertanyakan & Memprediksi: Mengidentifikasi apa yang bisa diselidiki secara ilmiah dan menebak hasilnya.
Penyelidikan: Merencanakan langkah kerja, menggunakan alat ukur yang akurat, dan paham bahwa dalam penelitian bisa saja ada kekeliruan.
Analisis Data: Mengolah data ke dalam tabel atau grafik untuk mencari pola dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti.
Evaluasi & Refleksi: Belajar kritis terhadap hasil sendiri, mencari tahu sumber ketidakpastian data, dan cara meningkatkan kualitas data tersebut.
Komunikasi: Menyampaikan hasil temuanmu secara sistematis dengan argumen yang kuat dan bahasa yang tepat.
Kesimpulannya...
Belajar IPA di SMP sekarang lebih fokus pada penerapan dan karakter. Kita tidak hanya belajar "apa itu energi", tapi "bagaimana energi bisa menyelamatkan bumi". Kita tidak hanya belajar "apa itu sel", tapi "bagaimana menjaga kesehatan tubuh dari zat berbahaya".
Jadi, jangan takut duluan ya sama IPA. Anggap saja ini petualangan untuk menjadi pahlawan bagi lingkungan dan diri sendiri!
Arsyad Riyadi Januari 14, 2026 New Google SEO Bandung, IndonesiaBelajar Mandiri TKA SMP: Panduan Matematika dan Bahasa Indonesia untuk Siswa
Pendahuluan
Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah tes yang membantu siswa mengetahui sejauh mana kemampuan belajarnya. Untuk jenjang SMP/MTs, ada dua mata pelajaran yang diujikan, yaitu Matematika dan Bahasa Indonesia.
Artikel ini dibuat khusus untuk siswa yang ingin belajar mandiri, memahami materi dengan santai, dan berlatih menghadapi TKA tanpa tekanan.
Apa Itu TKA?
TKA adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami pelajaran dan menggunakan pengetahuan tersebut untuk menyelesaikan masalah.
TKA bukan penentu kelulusan, tetapi bisa membantu siswa:
-
mengenali kelebihan dan kekurangan diri,
-
melatih cara berpikir,
-
mempersiapkan diri ke jenjang pendidikan berikutnya.
Belajar Mandiri TKA Matematika SMP
Apa yang Dinilai di TKA Matematika?
Dalam TKA Matematika, siswa tidak hanya diminta menghitung, tetapi juga:
-
memahami konsep,
-
membaca soal dengan teliti,
-
memilih cara penyelesaian yang tepat.
Materi yang Sering Muncul
-
Bilangan dan operasi hitung
-
Aljabar sederhana
-
Bangun datar dan bangun ruang
-
Data dan peluang sederhana
Cara Belajar Mandiri Matematika yang Efektif
✅ Pahami konsep, jangan hafal rumus saja
✅ Kerjakan soal pelan-pelan dan teliti
✅ Biasakan membaca soal cerita
✅ Cek kembali jawaban sebelum lanjut
Contoh Soal TKA Matematika (Latihan Mandiri)
Soal:
Keliling suatu persegi adalah 32 cm. Panjang sisi persegi tersebut adalah …
Cara berpikir:
Keliling persegi = 4 × sisi
Sisi = 32 ÷ 4 = 8 cm
👉 Jawaban: 8 cm
Belajar Mandiri TKA Bahasa Indonesia SMP
Apa yang Dinilai di TKA Bahasa Indonesia?
TKA Bahasa Indonesia menilai kemampuan membaca dan memahami teks, bukan hafalan aturan bahasa.
Yang dinilai antara lain:
-
memahami isi bacaan,
-
menemukan ide pokok,
-
menyimpulkan isi teks,
-
memahami makna kata dan kalimat.
Jenis Teks yang Perlu Dipahami
-
Teks cerita
-
Teks deskripsi
-
Teks informasi
-
Teks eksposisi sederhana
Cara Belajar Mandiri Bahasa Indonesia
✅ Baca teks sampai selesai
✅ Temukan ide pokok tiap paragraf
✅ Garis bawahi informasi penting
✅ Biasakan menyimpulkan dengan kata sendiri
Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia (Latihan Mandiri)
Soal:
Gagasan utama suatu paragraf adalah …
A. kalimat penjelas
B. ide pokok paragraf
C. contoh dalam paragraf
D. kalimat penutup
👉 Jawaban: B
Penjelasan:
Gagasan utama adalah ide pokok yang menjadi inti pembahasan paragraf.
Tips Agar Sukses Belajar Mandiri TKA
✨ Belajar sedikit tapi rutin
✨ Jangan takut salah
✨ Fokus memahami, bukan menghafal
✨ Kerjakan soal latihan secara mandiri
✨ Diskusikan jika ada yang belum paham
Kesimpulan
Belajar TKA tidak harus menegangkan. Dengan belajar mandiri secara rutin, memahami konsep dasar, dan sering berlatih soal, siswa dapat lebih siap menghadapi TKA Matematika dan Bahasa Indonesia.
Yang terpenting adalah percaya diri dan terus berusaha.
Arsyad Riyadi Januari 11, 2026 New Google SEO Bandung, IndonesiaArsyad Riyadi September 02, 2025 New Google SEO Bandung, Indonesia
Contoh Soal dan Pembahasan Numerasi Geometri dan Pengukuran pada Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)
![]() |
| https://www.busymissbeebe.com/geometry/ |
Karim tidak pernah terlambat pada pembelajaran jarak jauh. Ia selalu mengikuti seluruh jadwal kegiatan belajar tanpa ada yang terlewat.
Berikut ini tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan tentang lama waktu kegiatan yang dilakukan Karim!
Salah-Benar-Benar
Pertanyaan 3. Belajar di Kelas Jarak Jauh
Tiga puluh menit setelah mulai mengerjakan tugas, terjadi gangguan internet.
Sebelum waktu selesai mengerjakan tugas, internet kembali lancar seperti
semula. Lama waktu gangguan internet yang dapat terjadi adalah ....
Klik pada setiap jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu!
18 menit
13 menit
10 menit
Kunci Jawaban :
13 menit
10 menit
Contoh Soal dan Pembahasan Numerasi Data dan Ketidakpastian Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Bagian 2
Soal numerasi mengenai data dan ketidakpastian ini diambilkan dari buku Framework Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Edisi Revisi tahun 2023.
Berdasarkan hasil survei tersebut, gen Z paling banyak menggunakan internet
selama … jam dalam 1 hari.
Kunci Jawaban: 5
Seorang wartawan ingin mewawancarai seorang responden yang telah mengisi
survei. Responden dibagi dalam beberapa kategori berdasarkan lama penggunaan
internet setiap harinya.
Pasangkan kategori lama penggunaan internet pada tabel sebelah kiri, dengan
peluang terpilihnya salah seorang responden dari kategori tersebut untuk
diwawancarai!
Arsyad Riyadi Februari 27, 2025 New Google SEO Bandung, Indonesia
Contoh Soal dan Pembahasan Numerasi Data dan Ketidakpastian adalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)
![]() |
| https://skuling.id/contoh-soal-data-dan-ketidakpastian-utbk/ |
Berapakah nilai ekspor total dari Zedland (dalam juta zed) di tahun 1998?
Jawaban: ……………………
Pertanyaan 2. EKSPOR
Berapakah harga jus buah yang diekspor dari Zedland di tahun 2000?
A. 1,8 juta zed.
B. 2,3 juta zed.
C. 3,4 juta zed.
D. 3,8 juta zed.
(sumber: PISA released items)
Pembahasan soal no.1
Nilai ekspor total dari Zedland (dalam juta zed) pada tahun 1998 dapat dilihat dari grafik yang ada, yakni menunjukkan angka 27,1 juta zed.
Pembahasan soal no. 2
Untuk mengetahui harga jus buah yang diekspor dari Zedland tahun 2000 dapat dilihat dari berapa prosentase jus buah dari sebaran ekspornya, yakni 9% serta besar ekspor tahunan total pada tahun 2000, yakni 42,6 juta zed.
Sehingga, harga jus buah yang diekspor sebesar 9% x 42,6 juta zed = 3,834 juta zed atau dibulatkan menjadi 3,8 juta zed.
Contoh Soal dan Pembahasan Numerik Aljabar dalam Asesmen Kompetesi Minimum (AKM)
![]() |
| https://explore.firstinmath.com/program-content/algebra-suite/ |
Contoh soal berikut ini diambilkan dari buku Framework Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dari kemdikbudristek edisi revisi 2023.
Kafein dalam Minuman
Kopi merupakan salah satu minuman yang langsung terpikirkan jika berbicara tentang kafein. Kafein dapat berperan sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari serangan penyakit. Selain itu, kafein memiliki kandungan asam klorogenat yang menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Kafein juga bisa menekan nafsu makan serta menghilangkan rasa kantuk.
Tapi yang perlu diingat, kafein yang masuk ke dalam tubuh tidak boleh berlebihan. Batas konsumsi kafein yang terbilang aman untuk sebagian besar orang dewasa adalah 400 mg. Kafein terdapat di beberapa jenis makanan dan minuman. Misalnya, terdapat 155 mg kafein dalam 2 buah cangkir kopi dan sepotong kue tiramisu.
Namun ternyata tidak hanya kopi saja yang mengandung kafein. Terdapat beberapa minuman lain yang juga mengandung kafein, contohnya saja sebagai berikut:
Pertanyaan 1. Kafein dalam Minuman
Diketahui sepotong kue tiramisu akan mengandung 25 mg kafein. Kandungan kafein pada satu cangkir kopi adalah …mg.
Kunci Jawaban: 65
Pembahasan
Pertanyaan 2. Kafein dalam Minuman
Konsumsi kafein dapat mengganggu penyerapan dan metabolisme kalsium di dalam tubuh. Tubuh kehilangan sekitar 2 mg kalsium setiap mengonsumsi 40 mg kafein.
Pasangkanlah jumlah beberapa cangkir teh pada kolom di sebelah kiri dengan
kandungan kalsium yang hilang dalam tubuh setiap mengonsumsinya pada kolom di sebelah kanan!
KUNCI
1-b, 2-c, 3-d, 4-e
Pembahasan pertanyaan no.1
Untuk mengetahui banyaknya kandungan kafein pada satu cangkir kopi dapat dilihat dengan mencermati bacaan di atas. Pada bacaan di atas dituliskan : "... terdapat 155 mg kafein dalam 2 buah cangkir kopi dan sepotong kue tiramisu."
Yang dapat dituliskan :
155 mg = 2 cangkir kopi + sepotong tiramisu.
Sedangkan, dalam sepotong tiramisu (dari pertanyaan nomer 1) mengandung 25 mg kafein. Sehingga, dapat dituliskan :
155 mg = 2 cangkir kopi + 25 mg
2 cangkir kopi = 155 mg - 25 mg = 125 mg
Sehingga dalam 1 cangkir kopi akan mengandung 125 mg/2 = 65 mg.
Dalam menyelesaikan soal numerik ini tidak harus menggunakan simbol-simbol seperti matematika tetapi yang utama adalah menggunakan pola pikir matematika.
Dengan menggunakan simbol dalam matematika, misalnya :
Kandungan kafein dalam secangkir kopi = x
Kandungan kafein dalam sepotong tiramisu = y
Sehingga, teks "...terdapat 155 mg kafein dalam 2 buah cangkir kopi dan sepotong kue tiramisu.", dapat dituliskan sebagai :
2x + y = 155
y = 25
Sehingga,
2x + 25 = 155
2x = 155 - 25 = 125
x = 125/2 = 65
Sehingga, kandungan kafein dalam satu cangkir kopi adalah 65 kg.
Catatan : terkait dengan simbol atau lambang tidak harus menggunakan kode x, y atau a, b atau k untuk kopi dan t untuk tiramisu. Bahkan, juga bisa menggunakan gambar/ikon/visual lain yang menunjukkan satu cangkir kopi dan sepotong kue tiramisu.
Pembahasan pertanyaan no. 2
Untuk menjawab pertanyaan no. 2, perlu dilihat banyaknya kandungan kafein pada banyaknya teh yang dikonsumsi. Untuk itu perlu menggunakan data berikut.
Jika kandungan kafein pada secangkir teh disimbolkan dengan tk dan kandungan kafein pada secangkir coklat hangat disimbolkan dengan ck ,maka tabel di atas dapat dituliskan dalam bahasa matematika :
3 tk + 2 tk = 210 .... persamaan (1)
4 tk + tk = 205 ...... persamaan (2)
Persamaan 2 dikalikan dengan 2, sehingga dapat dituliskan
3 tk + 2 tk = 210
8 tk + 2tk = 410
Persamaan (1) dikurangi persamaan (2) diperoleh
- 5 tk = - 200, sehingga diperoleh
tk = 200/5 = 40 mg
Jadi, banyaknya kandungan kafein pada 1 cangkir kopi adalah 40 mg.
Selanjutnya perhatikan pernyataan berikut :
"Tubuh kehilangan sekitar 2 mg kalsium setiap mengonsumsi 40 mg kafein."
Yang artinya setiap kali mengonsumsi 20 mg maka tubuh akan kehilangan kalsium sebanyak 1 mg.
Sehingga akan dapat diketahui banyaknya kandungan kalsium yang hilang sebagai berikut.
2 cangkir teh akan mengandung 2 x 40 mg = 80 mg atau kandungan kalsium yang hilang sebanyak 80/20 = 4 mg.
4 cangkir teh akan mengandung 4 x 40 mg = 160 mg atau kandungan kalsium yang hilang sebanyak 160/20 = 8 mg.
5 cangkir teh akan mengandung 5 x 40 mg = 200 mg atau kandungan kalsium yang hilang sebanyak 200/20 = 10 mg.
Contoh Soal dan Pembahasan Numerasi Bilangan pada Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)
![]() |
| https://nsd.co.id/posts/pengertian-kemampuan-numerik.html |
Berikut adalah contoh soal numerasi dengan domain bilangan, yakni :
- mengurutkan bilangan termasuk bilangan bulat negatif, desimal, persentase dan pecahan
- operasi pada bilangan (bilangan bulat, pecahan, desimal, persen, dan bilangan berpangkat bulat)
Pertanyaan 2. Tabungan Pertama Alika
Alika membuka celengannya di rumah untuk setoran awal. Isi celengannya terlihat pada gambar berikut.
Pada hari yang sama, Alika mendapatkan hadiah lomba melukis sebesar Rp2.200.000,00 dan ia langsung menabung semua uang hadiah lomba tersebut di bank. Setahun kemudian, Alika ingin menggunakan uang tabungannya untuk membeli sepeda seharga Rp2.600.000,00. Alika membuat perencanaan menabung di beberapa bank. Tentukan Cukup atau Tidak Cukup uang tabungan Alika untuk membeli sepeda! Klik pada kotak yang sesuai!
Kunci Jawaban :
Tidak Cukup- Cukup-Tidak Cukup
Pembahasan Soal No.1
Dalam menghadapi soal numerasi maupun literasi, kita perlu memperhatikan stimulusnya, yakni mengenai tabungan pertama Alika. Pada bacaan dijelaskan ada seeorang anak yang bernama Alika mencari tabungan untuk anak di bawah 17 tahun.
Untuk memilih bank tempat menabung perlu memperhatikan suku bunga maupun jumlah setoran awalnya.
Dari data di atas, diketahui bahwa setoran awal masing-masing bank adalah sebagai berikut.
Bank A : Rp 300.000,00
Bank B : Rp 200.000,00
Bank C : Rp 150.000,00 (paling rendah)
Bank D : Rp 350.000,00 (paling tinggi)
Atau dapat diurutkan terlebih dulu dari yang terkecil, yakni :
150.000 - 200.000 - 300.000 - 350.000
(Bank C)
Sedangkan, suku bunga jika diurutkan dari masing-masing bank adalah sebagai berikut.
Bank A : 2,54% per tahun
Bank B : 2,35% per tahun (paling rendah)
Bank C : 2,55% per tahun (paling tinggi)
Bank D : 2,5% per tahun
Atau dapat diurutkan terlebih dulu dari yang terkecil, yakni :
2,35 - 2,5 - 2,54 - 2,55
(Bank C)
Jadi, Alika memilih bank C untuk mendapatkan suku bunga paling tinggi dan setoran awal paling rendah.
Apakah keputusan yang diambil Alika tepat untuk memutuskan mengambil bank C? Mari kita lihat pada soal berikutnya.
Pembahasan Soal No.2
Isi celengan Alika :
6 lembar 5 ribuan = Rp 30.000,00
5 lembar 10 ribuan = Rp 50.000,00
3 lembar 20 ribuan = Rp 60.000,00
2 lembar 50 ribuan = Rp 100.000,00
1 lembar 100 ribuan = Rp 100.000,00
Jumlah isi celengan Alika = Rp 340.000,00
Hadiah lomba melukis = Rp 2.200.000,00
Total tabungan Alika = Rp 2.540.000,00
Jika Alika ingin menggunakan tabungan tersebut untuk membeli sepeda seharga Rp 2.600.000,00 pada satu tahun kemudian, maka Alika harus memilih bank yang tepat untuk menabung.
Menabung di Bank B
Setoran awal terpenuhi dan tabungannya menjadi :
2.540.000 + 2,35% x 2.540.000 = 2.540.000 + 59.690 = Rp 2.599.600 (tidak cukup)
Menabung di Bank C
Setoran awalnya tidak terpenuhi dan tabungannya menjadi :
2.540.000 + 2,55% x 2.540.000 = 2.540.000 + 64.770 = Rp 2.604.770 (cukup) dengan asumsi uang dapat diambil tanpa melihat saldo yang ditinggalkan.
Jika menabung di Bank D
Setoran awalnya kurang Rp 10.000 (uang celengan Rp 340.000 dan setoran awal minimalnya adalah Rp 350.000)
Jadi, jawaban yang mungkin adalah menabung di Bank C.
Tolong koreksinya jika ada yang keliru.
Mengenal Soal AKM (Asesmen Kompetensi Minimum)
Demikian juga soal di atas, maka jawabannya lebih dari satu.
Mind Map (Peta Konsep) Zat Aditif dan Adiktif
Arsyad Riyadi November 30, 2021 New Google SEO Bandung, IndonesiaMind Map (Peta Konsep) Gerak Benda dan Makhluk Hidup - Konsep Gerak
| Mind Map (Peta Konsep) Gerak Benda dan Makhluk Hidup - Konsep Gerak |
Mind Map Tekanan
Mind Map Sistem Reproduksi Pada Manusia
Referensi :
Ilmu Pengetahuan Alam/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- .
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015.
Mind Map Obyek IPA dan Pengamatanya
Arsyad Riyadi Juli 21, 2021 New Google SEO Bandung, IndonesiaMateri IPA Kelas IX SMP
![]() |
| https://pixabay.com/illustrations/lithium-atom-isolated-atomic-2784853/ |
1. Sistem Reproduksi Pada Manusia
- Pembelahan sel
- Struktur dan fungsi sistem reproduksi manusia
- Penyakit pada sistem reproduksi manusia dan pencegahannya
2. Sistem Perkembangbiakan Pada Tumbuhan dan Hewan
- Reproduksi pada tumbuhan
- Reproduksi pada hewan
3. Pewarisan sifat
- Molekul yang mendasari pewarisan sifat
- Hukum pewarisan sifat
- Pewarisan sifat pada makhluk hidup dan kelainan sifat yang diturunkan
- Penerapan pewarisan sifat dalam pemuliaan makhluk hidup
4. Listrik Statis
- Konsep listrik statis
- Penerapan listrik statis dalam kehidupan sehari-hari
5. Listrik Dinamis
- Konsep listrik dinamis
- Penggunaan energi listrik, upaya penghematan, dan pencegahan bahaya penggunaannya
6. Kemagnetan
- Pemanfaatan medan magnet pada migrasi hewan
- Teori dasar kemagnetan
- Kemagnetan dalam produk teknologi
7. Bioteknologi dan Produksi Pangan
- Bioteknologi dan perkembangannya
- Penerapan bioteknologi dalam kehidupan
- Dampak penerapan dan pengembangan bioteknologi
8. Sifat Bahan
- Atom, ion, dan molekul
- Sifat bahan
- Pemanfaatan bahan dalam kehidupan sehari-hari
- Pengaruh bahan terhadap kesehatan
9. Tanah dan Kehidupan
- Peranan tanah untuk keberlanjutan kehidupan
- Peranan organisme dalam tanah
- Proses pembentukan tanah
- Komponen penyusun tanah
10. Proses dan Produk Teknologi Ramah Lingkungan
- Teknologi ramah lingkungan
- Aplikasi teknologi ramah lingkungan untuk keberlanjutan kehidupan
- Teknologi tidak ramah lingkungan






































