• LinkedIn
  • Subcribe to Our RSS Feed

Kamis, 08 Januari 2015

SKL UN IPA 26 : Ekosistem

Januari 08, 2015 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

SKL UN IPA 26 : Ekosistem

Kompetensi :
Mendeskripsikan komponen ekosistem, interaksi antarmakhluk hidup dalam lingkungan, serta peran
manusia dalam pengelolaan lingkungan.
Indikator :
Menjelaskan interaksi antar makhluk hidup dalam ekosistem.

Materi :
Ekosistem
Ekosistem adalah kesatuan dari seluruh anggota komunitas yang membentuk hubungan timbal balik dengan lingkungan abiotiknya. Komunitas sendiri dapat diartikan sebagai keseluruhan populasi hewan dan tumbuhan yang hidup di suatu daerah atau lingkungan yang sama.

Jadi, dalam suatu ekosistem terdiri dari  komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik).
Komponen biotik ini terdiri dari produsen, konsumen dan pengurai (dekomposer).
Komponen abiotik terdiri atas benda tak hidup, seperti tanah, air, udara, cahaya matahari, suhu, dan iklim.

Berdasarkan cara mendapatkan makanannya, ada dua jenis organisme yaitu autotrof dan heterotrof. Organisme autotrof adalah organisme yang dapat menghasilkan makanannya sendiri. Dalam ekosistem termasuk pada produsen, misalnya tumbuhan hijau.
Organisme autotrof adalah organisme yang makanannya tergantung pada makhluk hidup yang lain. Dalam ekosistem posisinya sebagai konsumen


Dalam ekosistem, komponen biotik dan abiotik saling berinteraksi dalam bentuk rantai makanan, jaring-jaring makanan, piramida makanan. Dan akhirnya berkontribusi pada perpindahan energi.

Untuk mengingat kembali, pengertian rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan dengan urutan tertentu.
Rantai makanan diawali dari produsen yang dimakan konsumen tingkat I, Konsumen tingkat I dimakan oleh komponen tingkat II. Begitu seterusnya sampai adanya konsumen terakhir yang disebut konsumen puncak. Konsumen puncak ini selanjutnya dirombak oleh pengurai,

Beberapa rantai makanan saling berhubungan membentuk jaring-jaring makanan. Di sini tentunya, setiap makhluk hidup yang menyusun jaring-jaring makanan akan saling berinteraksi,

Interaksi antar makhluk hidup juga terjadi melalui hubungan simbiosis dan kompetisi. Simbiosis adalah hidup bersamanya antara makhluk hidup yang berbeda. Sedangkan kompetisi adalah persaingan dua makhluk hidup atau lebih yang membutuhkan bahan yang sama di lingkungan.

Interaksi apa saja yang terjadi di ekosistem tersebut?

SKL UN IPA 25 : Klasifikasi Makhluk Hidup

Januari 08, 2015 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

Kompetensi :
Mendeskripsikan ciri-ciri dan mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup. keanekaragaman makhluk hidup, serta
pentingnya pelestarian makhluk hidup dalam kehidupan.
Indikator :
Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya.
Materi :
Lima Kingdom Makhluk Hidup
Makhluk hidup dibedakan menjadi lima kingdom, yaitu :
  1. Monera : tidak memiliki selaput inti (prokariota). Misalnya bakteri dan alga biru (Cyanophyta)
  2. Protista : bersel satu dan memiliki selaput inti (eukariota). Misalnya protozoa, alga dan protista yang menyerupai jamur
  3. Fungsi (jamur)
  4. Plantae (tumbuhan)
  5. Animalia (hewan)
Kingdom Plantae
Plantae dibedakan menjadi 2 bagian besar :
  1. Tumbuhan tidak berpembuluh, yang terdiri dari lumut (Bryophyta). Lumut ini terbagi dalam 3 kelas, yatitu lumut tanduk, lumut hati, dan lumut daun.
  2. Tumbuhan Berpembuluh. Tumbuhan ini sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati.
Tumbuhan berpembuluh dibagi menjadi:
  1. Tumbuhan paku, dibagi dalam 4 kelas yaitu paku purba (Psilophytinae), paku kawat (Lycopodiinae), paku ekor kuda (Equisetinae) dan paku benar (Filicinae).
  2. Tumbuhan berbiji
Tumbuhan berbiji terbagi menjadi 2, yaitu :
  1. Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae), contohnya pakis haji, pinus, belinjo, dan Ginkgo biloba.
  2. Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae)
Berdasarkan jumlah keping bijinya, tumbuhan berbiji tertutup dapat dibedakan atas :
  1. Tumbuhan berkeping dua (dikotil), antara lain pada suku getah-getahan, jeruk-jerukan, kacang-kacangan, kapas-kapasan, tdan erung-terungan,
  2. Tumbuhan berkeping satu (monokotil), antara lain pada suku padi-padian, nanas-nanasan, dan jahe-jahean, lilia (lidah buaya, bawang merah/putih), anggrek dan palem.
Ciri tumbuhan dikotil
  • sistem perakaran tunggang
  • memiliki jaringan kambium
  • biji berkeping dua
  • tulang daun menyirip/menjari
  • batang bercabang-cabang dengan ruas tidak jelas
  • perhiasan bunga 2, 4, 5 atau kelipatannya
Ciri tumbuhan monokotil
  • biji berkeping satu
  • tidak memiliki jaringan kambium’
  • sistem perakaran serabut
  • batang tidak bercabang dengan ruas jelas
  • perhiasan bunga berjumlah tiga atau kelipatannya
Kingdom Animalia
Kindom animalia terdiri dari 2 kelompok besar, yaitu Avertebrata (tidak bertulang belakang) dan Vertebrata (bertulang belakang)
Avertebrata dikelompokkan menjadi :
  1. Porifera (hewan berpori), misalnya Euspongia dan Sycon.
  2. Coelenterata (hewan berongga), yang terdiri dari 3 kelas yaitu Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa.
  3. Platyhelminthes (cacing pipih), yang terdiri dari 3 kelas yaitu Turbellaria (cacing berambut getar), Trematoda (cacing isap) dan Cestoda (cacing pita).
  4. Nemathelminthes (cacing gilik). Misalnya cacing perut, cacing tambang, cacing kremi, dan cacing filaria.
  5. Annelida (cacing gelang). Terdiri dari 3 kelas, yaitu Polychaeta (cacing laut), Oligochaeta (cacing air tawar) dan Hirudinae (cacing pengisap darah).
  6. Mollusca (bertubuh lunak). Terdiri dari 5 kelas, yaitu Aphineura, Gastroposa, Scaphopoda, Cephalopoda dan Pelecypoda.
  7. Echinodermata (berkulit duri). Terdiri dari 5 kelas yaitu Asteroida, Ophiuroida, Echinoidea, Holothuroidea, dan Cronoidea.
  8. Arthropoda (berbuku-buku). Terdiri atas 4 kelas yaitu serangga, udang-udangan, labah-labah dan lipan.
Vertebrata dikelompokkan menjadi :
  1. Pisces (ikan)
  2. Amphibia (amfibi)
  3. Reptilia (reptil)
  4. Aves (burung)
  5. Mammalia
Klasifikasi makhluk hidup
Bagaimana mengelompokkan berbagai makhluk hidup ini?

Rabu, 07 Januari 2015

SKL UN IPA 24 : Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Januari 07, 2015 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

SKL UN IPA 24: Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Kompetensi :
Mendeskripsikan ciri-ciri dan Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup.keanekaragaman makhluk hidup, serta pentingnya pelestarian makhluk hidup dalam kehidupan.
Indikator :
Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup.
Materi :
Ciri-Ciri Makhluk Hidup
1. Bernapas
2. Bergerak
3. Peka terhadap rangsang (iritabilitas)
4. Memerlukan makanan (nutrisi)
5. Mengeluarkan zat sisa hasil metabolisme tubuh (ekskresi)
6. Mengalami pertumbuhan dan perkembangan
7. Berkembang biak (reproduksi)
8. Beradaptasi dengan lingkungan
9. Mempunyai bahan genetik berupa DNA dan RNA
ciri2 mh
Bagaimana ciri-ciri makhluk di atas?

The Tao of Physics : Menyingkap Kesejajaran Fisika Modern dan Mistisme Timur

Januari 07, 2015 // by Arsyad Riyadi // , , , , , , // 1 comment

The Tao of Physics : Menyingkap Kesejajaran Fisika Modern dan Mistisme Timur

Apa hubungan antara buku Tao Teh Ching-nya Lao Tzu, Tao of Jeet Kune Do-nya Bruce sama The Tao of Physics-nya Fritjof Capra?
Yang jelas ketiga-tiganya membahas tentang Tao dengan sudut pandang yang berbeda.

The Tao of Physics - Versi Terjemahan
 Sebelum membahas isi buku tersebut (tepatnya memahami isi buku tersebut), perlu dipahami dulu pengertian Tao.
Menurut definisi yang dikutip dari http://www.tionghoa.info/tanya-jawab-tao, arti  kata Tao (道) sendiri sangat luas. Tao bisa diartikan sebagai alam semesta; hukum alam atau kebenaran hakiki; kehidupan atau jalan kebenaran. Maksudnya adalah jalan kebenaran yang semestinya ditempuh oleh umat manusia.Atau mengutip dari http://taoindonesia.info/2011/10/11/apa-itu-tao/. Ada 4 definisi tentang Tao, yaitu Tao sebagai Tao, Tao sebagai filsafat Tao, Tao sebagai agama Tao dan Tao sebagai ilmu spiritual. Tao sebagai tao, didefinisikan bahwa Tao tidak berbentuk, merupakan “sesuatu” yang sudah ada sebelum semuanya ada. Arti TAO yang paling sederhana adalah “jalan”. Ada juga yang mengartikan “Kelogisan”, “Hukum”, “Pedoman”,“Aturan”, dll. TAO adalah jalan kebenaran, aturan , norma, cara, ajaran yang benar menuju kesempurnaan abadi.

Kembali ke buku Tao of Physics. Dalam sampul belakang (edisi terjemahan bahasa Indonesia), ada kutipan Fritjof Capra sebagai berikut. Para mistikus memahami akar Tao namu tidak cabangnya, para ilmuwan memahami cabangnya namun tidak akarnya. Sains tidak membutuhkan mistisisme, mistisisme tidak membutuhkan sains, namun manusia membutuhkan keduanya.

Mistiskus menjelajahi lewat meditasi. Fisikawan menjelajahi lewat eksperimen dan hipotesis. Ya..begitulah alam yang kita pahami. Sesuatu yang kelihatannya paradoks, tetapi bersatu.
Masing-masing mencari kebenaran sesuai jalannya masing-masing.

Di buku tersebut, diawali dengan bagian I Jalan Fisika. 
Pada bagian Jalan Fisika dibahas mengenai:
1. Fisika Modern
    Jalan yang memiliki hati, 
2. Mengetahui dan Melihat
3, Melampaui Bahasa
4. Fisika Baru
Bagian II membahas Jalan Mistisime Timur, yang berisi :
5. Hinduisme
6. Budhisme
7. Pemikiran Cina
8. Taoisme
9. Zen
Bagian III membahas Kesejajaran, yang berisi :
10. Kesatuan Segala Sesuatu
11. Melampaui Dunia Pertentangan
12. Ruang-Waktu
13. Alam Semesta Dinamis
14. Kekosongan dan Bentuk
15. Tarian Kosmik
16. Simetri Quark
      Sebuah Koan Baru?
17. Pola Perubahan
18. Interpenetrasi

Untuk detil isinya, silakan membaca buku tersebut atau menunggu postingan selanjutnya. (Itu jika penulis bisa paham benar isi buku tersebut)
Apa maksud simbol ini?


Selasa, 06 Januari 2015

SKL UN IPA 14 : Energi dan Daya Listrik

Januari 06, 2015 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

SKL UN IPA 14 : Energi dan Daya Listrik

Kompetensi :
Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator :
Menentukan besaran fisis energi atau daya listrik dalam kehidupan sehari-hari.
Materi :
Energi dan Daya Listrik
Energi
Masih ingat hubungan antara energi listrik W muatan Q dan beda potensial V?
Yang bisa dituliskan dengan W = V. Q
Dan dengan mengingat bahwa Q = I.t, maka diperoleh rumus
W = V.Q = V.i.t
Dan dengan mengingat lagi hukum ohm :
 image
diperoleh
image
Daya
Daya  didefinisikan sebagai energi per satuan waktu. sehingga diperoleh :
image
W = energi listrik (J)­
V = tegangan (V)
I = kuat arus listrik (A)
t = waktu (s)
R = hambatan (ohm atau Ω)

Hambatan pada peralatan listrik
Alat listrik di rumah, umumnya memiliki spesifikasi daya P dalam Watt, tegangan V dalam Volt. Contohnya, lampu pijar 40 W 220 V, artinya lampu pijar tersebut akan menyala normal yaitu menggunakan daya 40 W jika diberi tegangan 200 V.
Tegangan maupun daya yang digunakan pada alat listrik dapat berubah, kadang lampu menjadi redup padahal masih baru (katakan dianggap tegangan sumber lagi turun). Akibatnya daya lampu tidak sesuai yang tertera dan lampu meredup.
Berdasarkan rumus :
image
Dengan menganggap hambatan alat listrik tetap, diperoleh :
image
Sedangkan hubungan antara P1 dan P2 dapat dituliskan dengan :
image
Wah,,,,,wah stop dulu ah. Terlalu banyak rumus pada postingan kali ini. Tetapi sebenarnya jangan terlalu bingung, apalagi kalo melihat rumus yang terakhir.
Misalnya ada soal seperti ini.
Sebuah lampu tertulis 40 W, 220 V. Jika dijalankan pada tegangan 110 V, berapa daya yang digunakan?
Ingat! kita gak boleh langsung menjawab daya yang digunakan adalah setengahnya yaitu 40 W. Meski kita paham bahwa jika tegangan turun maka daya yang digunakan juga turun.
Yang kita lupakan adalah adanya faktor V kuadrat seperti pada persamaan di atas
Sehingga daya yang digunakan sekarang jika tegangannya 1/2 kali tegangan semula, diperoleh (1/2)2 x 40 W = 10 W.
(mudah-mudahan ndak bingung ya?)
Bukan promo...amati spesifikasi lampu tersebut. Atau juga lampu yang ada di rumah.

Biografi Ilmuwan Fisika

Biografi Ilmuwan Fisika

"Kegilaannya" memporakporandakan pemikiran fisika klasik

Dari banyaknya ilmuwan bidang fisika, dikenal dua orang besar yaitu Sir Isaac Newton dan Albert Einstein. Keduanya memberikan dasar-dasar yang kuat dalam perkembangan ilmu fisika, Newton meletakkan dasar-dasar yang kuat dalam fisika klasik perumusan matematikanya. Sedangkan Einstein, di awal abad 20, memperbaharuo pemikiran klasik melalui teori relativitasnya.
Sebuah buku seri Ensiklopedi Fisika 4 mengenai Biografi Ilmuwan Fisika yang diterbitkan oleh Republika dan Sarana Panca Karya Nusa tahun 2009 (cetakan kedua) membahas tuntas tokoh-tokoh besar bidang Fisika.
  1. Abbe (1840-1905), banyak memberikan kontribusi terhadap bidang optik, desain mikroskop dan juga matematika.
  2. Abdussalam (1929-1996), menyumbangkan teori tentang kesatuan gaya nuklir lemah dan gaya elektromagnetik.
  3. Ampere (1775-1836), banyak memberikan sumbangan karya dan namanya diabadikan untuk satuan kuat arus listrik.
  4. Arago (1786-1853), memberikan sumbangan pemikiran pada banyak hal salah satunya adalah pembiasan cahaya pada prisma.
  5. Archimedes (287-212 SM), sangat terkenal dengan hukum Archimedes dan bukunya Sandreckonernya.
  6. Avogadro (1776-1856), namanya diabadikan dalam bilangan yang disebut bilangan Avogadro.
  7. Bell (1847-1922), sebagai peletak tonggak telekomunikasi dua. Telepon adalah penemuannya.
  8. Bernoulli (1700-1782), mempunyai kontribusi besar terhadap perkembangan bidang optik, dan desain mikroskop.
  9. Biot (1774-1806), bersama-sama dengan Savart berhasil merumuskan hukum Biot Savart.
  10. Bohr (1885-1962), memodelkan atom seperti tata surya mini. Ia menyempurnakan pemikiran J.J Thomson dan Rutherford.
Ternyata dari ke-10 urut abjad nama ilmuwan 7 saja yang pernah kenal, seperti Ampere (ingatnya sebagai satuan dar kuat arus listrik), Abdussalam (pernah dengar waktu kuliah fisika inti, meski tidak mengenalnya), Archimedes (dengan hukum Archimedesnya), Avogadro (kenal saat pelajaran kimia di SMA, Bell, atau lengkapnya Alexander Graham Bell, dengar namanya sejak SD. Bernoulli, Biot dengar namanya saat SMA, Bohr kenal saat SMP (dengan adanya IPA Kimia di SMP).

Tak terbayang ada nama Abbe, Arago. Terus ada Bose, Brillouin, Caratheodory, Clapeyron, Davisson, Gabor, Gilbert, Mayer, Meitner, Murray, Nernst, Onnes, Yukawa, Zeiss, dan Zernike. Wah, ternyata pengetahuan tentang ilmjuwan fisika begitu terbatasnya.

Bagi yang membutuhkan biografi mengenai ilmuwan-ilmuwan bidang fisika bisa membaca buku seri Biografi Ilmuwan Fisika maupun googling via internet.

Tiada hari tanpa belajar. Tidak merasa puas menjadi kunci bagi kesuksesan. Khususnya kesuksesan dalam belajar.

SKL UN 23 : Zat Adiktif dan Psikotropika

Januari 06, 2015 // by Arsyad Riyadi // , , , // 1 comment

SKL UN IPA 23 : Zat Adiktif dan Psikotropika

Kompetensi :
Mendeskripsikan pemakaian bahan kimia tertentu dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator :
Mendeskripsikan bahan kimia adiktif dan obat psikotropika serta cara menghindarinya.

Materi :
Zat adiktif
Zat adiktif adalah bahan-bahan alamiah, semi sintesis maupun sintesis yang dapat mengganggu sistem saraf pusat dan menimbulkan efek ketagihan (ketergantungan).
Contohnya alkohol dan inhalen. Inhalen adalah zat organik yang menghasilkan efek yang sama dengan efek yang ditimbulkan oleh minuman beralkohol atau obat anestetik jika aromanya dihisap, contohnya lem/perekat, aseton, atau eter.

Psikotropika
Psikotropika adalah zat atau obat, yang alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (UU No. 5/1997).
Jenis psikotropika yang banyak disalahgunakan adalah LSD, amfetamin (ekstasi, shabu-shabu), rohypnol, valium, dan barbital.

Narkotika
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangnya rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan. Contoh narkotika : ganja, opium, candu, morfin, heroin (putaw), kokain, kodein dan lain-lain.

Perbedaan Narkotika dan Psikotropika
Secara ringkas dapat dikatakan bahwa narkotika adalah zat atau obat yang dapat mempengaruhi syaraf pusat dan secara medis berfungsi mengurangi atau menghilangkan rasa sakit. Sedangkan psikotropika adalah zat atau obat yang dapat mempengaruhi aktivitas mental dan perilaku yang biasa digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan kejiwaan.


Bahaya Penyalahgunaan Zat Adiktif dan Psikotropika
Bahaya yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika
1. Terhadap fisik
- kerusakan sistem saraf pusat (otak)
- infeksi akut otot jantung dan gangguan peredaran darah
- gangguan pada paru-paru, sesak napas, dan penyakit paru-paru lainnya

2. Terhadap psikis/kejiwaan
Pemakai cenderung bersikap labil. suka memberontak, introvert/tertutup, penuh rahasia, mudah
curiga sama orang lain, emosional, berpikir irasional dan sejenisnya.
Selain ciri-ciri tersebut, khususnya bagi pelajar gejala-gejala berikut juga menunjukkan perilaku pengguna narkoba
- daya konsentrasi menurun
- prestasi belajar menurun
- menentang guru
- suka membolos dan mengabaikan pelajaran
- mengabaikan teman lama dan beralih ke kelompok baru

Ciri-ciri gejala putus obat (sakaw)
- rasa nyeri di seluruh tubuh
- ketakutan, ketegangan
- mata berair dan berkeringat
- gangguan saluran pencernaan, diare
- sakit perut dan punggung
- tidak bisa tidur
- menggigil, demam

Cara Penanggulangan
1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Jangan pernah mencoba atau mencicipi.
3. Jangan bergaul dengan pecandu atau pengedar
4. Meningkatkan komunikasi dan menjaga hubungan harmonis dalam keluarga.
5. Melakukan berbagai kegiatan-kegiatan positif
Nikmatnya sesaat, deritanya sampai kiamat


Sumber :
Johnson. 2004. Sains Kimia 1 untuk SMP Kelas VII. Erlangga
Waldjinah, dkk. 2013. Detik-Detik Ujian Nasional Ilmu Pengetahuan Alam. Intan Pariwara

SKL UN IPA 22 : Bahan Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari (2)

Bahan Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari (2)

Kompetensi :
Mendeskripsikan pemakaian bahan kimia tertentu dalam kehidupan sehari-hari
Indikator : Mendeskripsikan bahan kimia tertentu yang terdapat dalam beberapa produk kimia

Kalau pada postingan tadi malam, dibahas mengenai bahan kimia pada makanan (aditif), sekarang akan dibahas bahan kimia lain yaitu bahan pemutih, bahan pembersih dan bahan pewangi.
Eh....masih ada tambahan yaitu bahan kimia pada insektisida.
Oke..mari kita kupas satu-persatu. Memang untuk ujian nasional, soal yang dikeluarkan seputar bahan aditif.
1. Bahan Pemutih
Bahan pemutih yang digunakan untuk membersihkan noda yang sulit pada pakaian, umumnya mengandung 5,25% natrium hipoklorit atau natrium perborat. Selain sebagai pemutih, bahan ini juga berfungsi sebagai pembunuh kuman (desinfektan).
Berdasar pengalaman, pemakaian bahan pemutih yang berlebihan menyebabkan warna pakaian pudar dan rapuh. Jika diteteskan pada pakaian yang berwarna berakibat warna pakaiannya menjadi tidak karu-karuan (ini pengalaman pribadi).
Asam klorida, asam sulfat atau asam nitrat digunakan untuk membersihkan toilet, keramik lantai, maupun bak kamar mandi.

Perhatian : jangan coba-coba mencampur berbagai bahan kimia, misalnya bahan pemutih yang mengandung natrium hipoklorit dicampurkan dengan bahan pembersih yang mengandung asam klorida karena akan menghasilkan gas klorin yang beracun.

2. Bahan Pembersih
Bahan pembersih, seperti sabun maupun detergen digunakan sebagai bahan pembersih yang mampu mengangkat kotoran yang berminyak atau berlemak. Tanpa menggunakan bahan seperti itu, mandi maupun mencuci piring tidak bersih. Tubuh berkeringat mengandung lemak. Piring kotor banyak mengandung minyak/lemak.
Selain sabun dan detergen, juga ada shampo maupun pasta gigi sebagai bahan pembersih lain.

3. Bahan Pewangi
Bahan pewangi alami seperti daun pandan, cengkeh, melati, mawar dan lain-lain mulai jarang digunakan. Sekarang, lebih banyak digunakan pewangi sintesis. Seperti pewangi yang ditambahkan pada sabun, shampo maupun detergen. Parfum yang mengandung 10% - 25% yang bisa langsung disemprotkan.

4. Insektisida
Insektisida adalah bahan yang digunakan untuk membunuh berbagai serangga.
Berdasarkan cara kerjanya, ada 3 jenis insektisida :
a. Kelompok racun pencernaan
Bersifat membunuh serangga apabila ikut termakan, Misalnya DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana), BHC (Benzena Heksa Klorida), Metoksilor dan sebagainya.
b. Kelompok racun luar tubuh
Bersifat membunuh serangga apabila mengenai badan. Misalnya, DDT, BHC, Dieldrin, Aldrin, dan sebagainya.
c. Kelompok racun pernafasan
Bersifat membunuh serangga apabila terhirup. Misalnya BHC, asam sianida, karbon disulfida dan lain-lain.

Peringatan : Hampir semua zat kimia yang terdapat dalam obat pembasmi hama, selain beracun juga bersifat karsinogenik (memicu timbulnya racun).
Daun pepaya sebagai pengusir nyamuk. Termasuk bahan yang manakah?

Sumber : Johnson, 2004. Sains Kimia SMA untuk Kelas VII. Jakarta : Erlangga


SKL UN IPA 22 : Bahan Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari (1)

Bahan Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari (1)


Kompetensi :
Mendeskripsikan pemakaian bahan kimia tertentu dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator :
Mendeskripsikan bahan kimia tertentu yang terdapat dalam beberapa produk kimia.
Materi :
Bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari bisa berbentuk bahan yang ditambahkan pada makanan (zat aditif) maupun yang lain, seperti pada pembersih, pemutih, maupun pewangi.
Bahan aditif
Bahan aditif adalah bahan yang ditambahkan pada makanan untuk memperbaiki warna, cita rasa, tekstur, maupun untuk memperpanjang masa penyimpana,
Bahan aditif ini meliputi bahan pemanis, bahan pengawet, bahan pewarna dan bahan penyedap.
1. Bahan pemanis
Bahan pemanis alami, misalnya pada gula tebu, gula aren, gula kelapa maupun madu. Bahan pemanis buatan, misalnya pada sakarin, siklamat, aspartam maupun sorbitol. Pemanis buatan ini ratusan kali manisnya dari gula. Pemanis buatan (sintesis) ini kalorinya rendah, sehingga cocok digunakan pada orang yang diet gula, seperti penderita diabetes melitus.
2. Bahan pengawet
Bahan pengawetan alami biasa menggunakan garam dapur (pengasinan), gula (manisan) maupun asam cuka.  Tujuan dari pengawetan ini adalah untuk menghambat kerusakan bahan makanan (akibat mikroba) sehingga daya simpannya relatif lama.
Bahan pengawet buatan (sintesis) yang aman digunakan misalnya natrium benzoat, asam benzoat, natrium nitrit, asam tartrat maupun asam propionat.
Meskipun demikian, masih ditemukan juga bahan pengawet buatan yang dilarang seperti boraks (bahan kimia pada pembuatan keramik) yang disalahgunakan untuk pengawet mie dan bakso. Demikian juga formalin (pengawet mayat) yang digunakan untuk mengawetkan ikan atau tahu.
3. Bahan Penyedap
Penyedap alami sudah banyak digunakan sejak dulu, misalnya garam, gula, cuka, bumbu, rempah-rempah, bawang, daun salam, daun pandan dan sebagainya.
Bahan penyedap buatan yang banyak beredar, yaitu monosodium glutamat (MSG) atau vetsin yang digunakan pada bumbu masak. Penggunaan MSG yang berlebihan dapat menyebabkan sesak napas, sakit dada, pusing, dan mudah letih, Gejala ini disebut sebagai Chinese Restaurant Syndrome.
4.Bahan Pewarna
Bahan pewarna alami yang banyak dipakai misalnya, kunyit (warna kunin), daun suji dan daun pandan (warna hijau), gula kelapa (warna merah kecoklatan), cabe dan buah belimbing sayur (warna merah) serta bunga telang (warna biru keunguan).
Sedangkan pewarna buatan yang banyak dipakai, misalnya violet GB (warna ungu), sunset yellow FCF (warna oranye), tartrazine (warna kuning), indigo carmine (warna biru), karmoisin (warna merah), dan lissamine green (warna hijau),
Pewarna tekstil juga sering digunakan sebagai pewarna makanan, misalnya rhodamine B (warna merah) dan metanil yellow (warna kuning). Bahan-bahan ini dapat memicu kanker.
Menarik ya? Tetapi, amankah dikonsumsi?





SKL UN IPA 21 : Sifat Kimia dan Fisika

Januari 06, 2015 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

Sifat Kimia dan Fisika

Kompetensi : Memahami klasifikasi zat serta perubahannya.
Indikator : Mendeskripsikan sifat kimia atau fisika zat tertentu serta perubahannya.
Materi :
Sifat fisika adalah ciri khas yang dimiliki suatu zat, tetapi tidak berkaitan dengan pembentukan zat baru. Sifat fisika ini biasanya bisa langsung diamati.

Sifat kimia adalah ciri khas yang dimiliki suatu zat dan berhubungan dengan pembentukan zat baru. Sifat kimia ini menujukkan kemampuan suatu zat untu bereaksi atau bersenyawa dengan zat lain.

Sifat fisika, meliputi antara lain :
- kelarutan
- kemagnetan
- daya hantar
- kekerasan
- titik didih
- titik leleh
- bau
- warna
- rasa
Sedangkan sifat kimia meliputi, antara lain :
- keterbakaran
- pembusukan
- kereaktifan
- daya ionisasi

Contohnya air memiliki sifat fisika : berbentuk cair pada suhu kamar. dapat membeku dan menguap, sukar menghantarkan panas, tidak berwarna dan tidak berbau.
Bagaimana sifat kimia air? Tidak terbakar dan tidak membusuk. Bagaimana dengan kereaktifan maupun daya ionisasinya?
(Untuk sekarang yang penting tahu dulu mana yang termasuk sifat fisika dan mana yang sifat kimia)
Contoh lain : besi.
Sifat fisika besi : dapat meleleh, titik leburnya tinggi, dapat ditempa, mudah menghantarkan panas maupun listrik. Mungkin ditambahi lagi : tidak berbau, warnanya khas (kayak apa sih yang namanya khas itu), rasanya ya begitu (apa lagi nih),
Sedangkan untuk sifat kimia besi, misalnya dapat berkarat ketika bereaksi dengan air dan oksigen atau ketika dikenai asam.

Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia
Kalau sudah memahami sifat fisika dan sifat kimia, maka membedakan perubahan fisika dan kimia sangatlah mudah.
Perubahan air menjadi es, maupun air menjadi uap jelas perubahan fisika. Hal ini hanya terkait dengan titik beku maupun titik uap, Rumus kimianya pun tetap yaitu H2O, baik untuk air, uap air maupun es.
Besi yang berkarat tentunya termasuk perubahan kimia. Karena besi yang berkarat sangat berbeda dengan besi. Demikian susu menjadi basi (berubah menjadi asam laktat) termasuk perubahan kimia, Karena susu basi bukanlah susu yang bisa diminum. Tetapi susu yang sudah rusak komposisi kimianya.

Lebih jelasnya, bisa didefinisikan bahwa perubahan fisika adalah perubahan zat yang tidak menimbulkan zat baru. Sedangkan, perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan zat baru (berbeda dengan zat asalnya).

Pertanyaannya adalah ketika kita menyalakan lilin. Perubahan apakah yang terjadi, fisika atau kimia?
Pertanyaan yang mudah tentunya, asal jangan dibingung-bingungkan.
Kita lihat dulu, kalau yang dilihat sumbunya menjadi abu tentunya masuk perubahan kimia. Tetapi kalau lelehan lilinnya, ya termasuk perubahan fisika.
Lilin menyala termasuk perubahan fisika atau kimia?