• LinkedIn
  • Subcribe to Our RSS Feed

Minggu, 11 Januari 2015

SKL UN IPA 33 : Sistem Ekskresi Manusia (1)

Januari 11, 2015 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

SKL UN IPA 33 : Sistem Ekskresi Manusia (1)

Kompetensi :
Menjelaskan sistem organ pada manusia.
Indikator :
Menjelaskan sistem ekskresi dan reproduksi pada manusia dan penyakit yang berhubungan dengannya.
Materi ;
Alat ekskresi pada manusia
  1. Ginjal
  2. Kulit
  3. Paru-paru
  4. Hati
Ginjal
Sistem urin manusia tersusun dari ginjal, ureter, kantung kemih, dan uretra.
Sistem urin berfungsi sebagai berikut:
a. Menyaring zat-zat sampah metabolisme dari darah
b. Mengontrol volume darah, yaitu dengan mengeluarkan kelebihan air yang dihasilkan sel-sel tubuh.
c. Memelihara keseimbangan konsentrasi garam-garam tertentu.
image
Proses terbentuknya urine :
  • Filtrasi (penyaringan)
  • Reabsorbsi (penyerapan kembali zat-zat yang berguna)
  • Augmentasi (pengumpulan zat yang tidak berguna)
Kulit, berfungsi sebagai :
  1. Alat pengeluaran, dalam bentuk keringat yang mengandung garam, air, urea, serta ion-ion.
  2. Pelindung tubuh dari kerusakan
  3. Sebagai indera peraba
  4. Untuk menyimpan kelebihan lemak
  5. Tempat pembuatan vitamin D dan pro vitamin D
  6. Sebagai pengatur suhu tubuh
Paru-paru
Paru-paru berfungsi mengeluarkan karbon dioksida dan uap air sebagai zat sisa metabolisme.
Hati
Fungsi hati :
  1. Sebagai alat pengeluaran, yaitu tempat perombakan sel-sel darah merah dan menguraikan hemoglobin sehingga menghasilkan warna empedu (bilirubin).
  2. Tempat menyimpan gula dalam bentuk glikogen
  3. Menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh
  4. Mengatur kadar gula dalam darah
  5. Tempat pembuatan fibrinogen dan protombin yang berperan dalam proses pembekuan darah
  6. Tempat mengubah pro vitamin A menjadi vitamin A
Gangguan tubuh karena kelainan ginjal
  1. Nefritis, yaitu infeksi oleh bakteri Streptococcus pada nefron.
  2. Diabetes melitus/kencing manis, disebabkan rendahnya kadar hormon insulin dalam tubuh
  3. Diabetes insipidus, karena kekurangan hormon antidiuretik. Sehingga urin yang dihasilkan 30 kali lebih banyak dari volume urin netral.
  4. Albuminuria, disebabkan kegagalan proses penyaringan protein
  5. Batu ginjal, disebabkan adanya endapan senyawa kalsium dan penumpukan asam urat
  6. Anuria yaitu kegagalan ginjal karena kerusakan di glomerulus.

SKL UN IPA 32 : Sistem Peredaran Darah Manusia

Januari 11, 2015 // by Arsyad Riyadi // , , // 1 comment

SKL UN IPA 32 : Sistem Peredaran Darah Manusia


Kompetensi :
Menjelaskan sistem organ pada manusia.
Indikator :
Menjelaskan sistem peredaran darah pada manusia dan penyakit yang berhubungan dengannya
Materi :
Fungsi Darah
  1. Sebagai alat pengangkut: a. Sel-sel darah merah untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jantung dan ke seluruh tubuh
    b. Plasma darah mengangkut :
    1) sari makanan dari usus ke hati kemudian ke seluruh tubuh
    2) karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru
    3) urea dari hati ke ginjal untuk dikeluarkan bersama urin
    4) hormon dari kelenjar hormon ke seluruh tubuh
  2. Sel darah putih (leukosit)Alat pertahanan melawan infeksi. a. Fagosit memakan kuman
    b. Limfosit menghasilkan antibodi untuk membunuh racun.
  3. Keping darah (trombosit) yang berperan penting dalam pembekuan darah.
  4. Menjaga kestabilan suhu tubuh.
Alat Peredaran Darah Manusia
1. Jantung
2. Pembuluh darah, yang meliputi : pembuluh nadi (arteri), pembuluh balik (vena), pembuluh kapiler
Pembekuan Darah
imagePeredaran darah
1. Peredaran darah kecil
Jantung (bilik kanan) –> Paru-paru –> Jantung (serambi kiri)
2. Peredaran darah besar
Jantung (bilik kiri) –> seluruh tubuh –> jantung (serambi kanan)
image
Gangguan dan Kelainan pada Sistem Peredaran Darah
  1. Anemia/kekurangan sel darah merah
  2. Leukimia/kanker darah
  3. Hemofilia/darah sukar membeku
  4. Hipertensi/tekanan darah tinggi
  5. Aterosklerosis dan Arterisklerosis/penyempitan pembuluh arteri
  6. Wasir (hemoroid)
  7. Varises/pelebaran pembuluh vena di kaki

Sabtu, 10 Januari 2015

SKL UN IPA 31 : Sistem Pernapasan Manusia

Januari 10, 2015 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

Kompetensi :
Menjelaskan sistem organ pada manusia.
Indikator :
Menjelaskan sistem pernapasan pada manusia dan penyakit yang berhubungan dengannya.
Materi :
Alat Pernapasan
Pernapasan atau respirasi adalah peristiwa menghirup udara bebas untuk mengambil oksigen (O2) yang digunakan untuk mengoksidasi makanan sehingga menghasilkan energi, karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O).
Reaksi oksidasi :
Zat + oksigen  --> energi + karbon dioksida + uap air
C6H12O6 + 6O2 –> energi + 6CO2 + 6H2O
Alat pernapasan pada manusia, meliputi ;
  1. Rongga hidung
  2. Pangkal tenggorok (laring)
  3. Batang tenggorok (trakea)
  4. Cabang batang tenggorok (bronkus)
  5. Paru-paru (pulmo) yang memiliki 3 gelambir (lobus) di paru-paru kanan dan 2 gelambir di paru-paru kiri.
Mekanisme Pernapasan
Proses pernapasan meliputi fase inspirasi (menghirup napas) dan fase ekspirasi (menghembuskan napas). Ada 2 macam pernapasan, yaitu pernapasan dada yang menggunakan otot-otot antartulang rusuk dan pernapasan perut yang menggunakan otot diafragma.
Pernapasan Dada
Pernapasan dada terjadi karena otot antartulang rusuk berkontraksi sehingga rusuk terangkat dan akibatnya volume rongga dada membesar. Membesarnya rongga dada ini membuat tekanan dalam rongga dada mengecil dan paru-paru mengembang. Pada saat paru-paru mengembang, tekanan udara di luar lebih besar daripada di dalam paru-paru, akibatnya udara masuk.
Sebaliknya, saat otot antartulang rusuk berelaksasi,
tulang rusuk turun. Akibatnya, volume rongga dada mengecil sehingga tekanan di dalamnya pun naik. Pada keadaan ini paru-paru mengempis sehingga udara keluar.


Pernapasan Perut
Pernapasan ini terjadi karena gerakan diafragma. Jika otot diafragma berkontraksi, rongga dada akan membesar dan paru-paru mengembang. Akibatnya, udara akan masuk ke dalam paru-paru.
Saat otot diafragma relaksasi, diafragma kembali ke keadaan semula. Saat itu, rongga dada akan menyempit, mendorong paru-paru sehingga mengempis. Selanjutnya, udara dari paru-paru akan keluar.
 
Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernapasan
  1. Influenza
  2. Asma
  3. Tuberkulosis (TBC)
  4. Radang : rinitis, faringitis, laringitis, bronkitis, sinusitis
  5. Asfiksi
  6. Asidosis
  7. Difteri
  8. Emfisema
  9. Pneumonia
  10. Wajah adenoid (kesan wajah bodoh)
  11. Kanker paru-paru
Sumber :
KARIM, Saeful. 2008. Belajar IPA: Membuka Cakrawala Alam Sekitar 2 untuk Kelas VIII/ SMP/MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan,
Syamsuri, Istamar dkk. 2004. Sains Biologi SMP untuk Kelas VIII. Erlangga.

SKL UN IPA 30 : Sistem Pencernaan Manusia

Januari 10, 2015 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

Sistem Pencernaan Manusia

Kompetensi :
Menjelaskan sistem organ pada manusia.
Indikator :
Menjelaskan sistem pencernaan manusia dan enzim-enzim yang berperan pada proses pencernaan.
Materi :
Pencernaan makanan terbagi atas dua macam, yaitu pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi. Pencernaan mekanik terjadi ketika makanan dikunyah, dicampur, dan diremas. Pencernaan mekanik contoh
terjadi di dalam mulut, yaitu pada saat makanan dihancurkan oleh gigi. Pencernaan kimia terjadi ketika reaksi kimia yang menguraikan molekul besar
image
Sistem pencernaan manusia terdiri atas organ utama berupa saluran pencernaan dan
organ aksesoris (tambahan).
Saluran pencernaan merupakan saluran yang dilalui bahan makanan, dimulai dari mulut,
kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan berakhir di anus. Lidah, gigi, kelenjar saliva, hati, kantung empedu, dan pankreas merupakan organ aksesoris yang membantu pencernaan  mekanik dan kimia.
Enzim
Proses pencernaan makanan pada manusia tidak dapat dilepaskan dari enzim. Enzim adalah sejenis protein yang mempercepat laju reaksi kimia dalam tubuh. Enzim-enzim pencernaan dihasilkan oleh kelenjar pencernaan.
image
Sumber :
Buku Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester 1, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014

SKL UN IPA 29 : Sistem Organ Manusia

Januari 10, 2015 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

SKL UN IPA 29 : Sistem Rangka Manusia

Kompetensi :
Menjelaskan sistem organ pada manusia.
Indikator :
Menjelaskan sistem gerak pada manusia dan penyakit yang berhubungan dengannya.
Materi :
Sistem gerak pada manusia
Fungsi Rangka
Ada empat fungsi utama sistem rangka bagi tubuh kita, yaitu
  • memberikan bentuk dan mendukung tubuh kita;
  • melindungi organ internal atau organ dalam, misal tulang rusuk melindungi jantung dan paru-paru, tulang tengkorak melindungi otak;
  • tempat menempelnya otot yang merupakan alat gerak aktif yang dapat menggerakkan tulang;
  • tempat dibentuknya sel darah, yaitu pada bagian sumsum tulang (jaringan lunak yang terdapat di bagian tengah tulang).
Sistem gerak manusia terdiri dari tulang dan otot. Tulang sebagai alat gerak pasif dan otot sebagai alat gerak aktif.
Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi tulang pipa, tulang pipih dan tulang pendek.
Berdasarkan kekerasannya, tulang dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras.
Tulang saling berhubungan satu sama lain. Hubungan antar tulang disebut sendi. Berdasarkan sifat geraknya, sendi dibedakan menjadi sendi mati (sinartrosis), sendi kaku (amfiartrosis), dan sendi gerak (diartrosis).
Berdasarkan arah geraknya, sendi dibedakan menjadi lima macam, sebagai berikut :
  1. Sendi peluru, yang memungkinkan terjadinya gerakan ke segala arah. Contohnya pada hubungan antar gelang panggul dan tulang paha.
  2. Sendi engsel, yang memungkinkan gerakan ke satu arah. Contohnya persendian pada siku dan lutut.
  3. Sendi putar, yang memungkinkan terjadinya gerak berputar. Contohnya pada hubungan antar tulang pengumpil dan tulang hasta.
  4. Sendi geser, yang memungkinkan terjadinya gerakan bergeser. Contohnya pada hubungan antara tulang-tulang pergelangan tangan dan antara tulang-tulang pergelangan kaki.
  5. Sendi pelana, yang memungkinkan terjadinya gerakan dua arah. Contohnya pada hubungan antara tulang-tulang telapak tangan dengan tulang ruas jari tangan.
Otot
Otot terbagi menjadi 3 macam, yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung.
Otot adalah jaringan yang dapat berkontraksi (mengkerut) dan relaksasi (mengendur). Pada saat berkontraksi
otot menjadi lebih pendek, dan pada saat berelaksasi otot menjadi lebih panjang.
image
  1. Otot Rangka/Lurik - berbentuk silindris, memanjang, mempunyai banyak inti sel
    - jika diamati di bawah mikroskop, sel-sel otot rangka terlihat bergaris-garis melintang
    - bekerja di bawah kesadaran
  2. Otot Polos - berbentuk gelendong, bagian ujungnya meruncing dan bagian tengahnya menggelembung. Di dalam sel terdapat satu inti sel di tengan
    - tidak memiliki garis-garis melintang (polos)
    - bekerja di luar kesadaran
  3. Otot Jantung - terdapat di jantung
    - strukturnya sama dengan otot lurik, yatu bergores melintang, tetapi sel otot jantung bercabang. Inti sel di tengah
    - bekerja secara tidak sadar
image
Penyakit pada Sistem Gerak Manusia
  1. Riketsia
    Riketsia terjadi karena kekurangan vitamin D yang berfungsi membantu penyerapan kalsium
    dan fosfor, sehingga proses pengerasan tulang terganggu. Penyakit ini terjadi pada anak-anak.
    Riketsia menyebabkan tulang kaki tumbuh membengkok. image
  2. Osteoporosis, disebabkan  karena kekurangan kalsium.
  3. Fraktura (Patah Tulang)  dan Fisura (retak tulang)
  4. Nekrosis, yaitu matinya sel-sel tulang
  5. Artritis, penyakit sendi.
  6. Lordosis, Kifosis, dan Skoliosis
    image
  7. Rakitis, akibat kekurangan vitamin D sehingga tulang menjadi rapuh.
  8. Atrofi, mengecilnya otot karena lama tidak digunakan.
  9. Hipertrofi , bertambah besarnya otot karena pemakaian yang berlebihan.
  10. Tetanus, penyakit  infeksi oleh bakteri Clostridium tetani yang membuat otot kejang.
  11. Layuh semu, tulang tidak bertenaga akibat infeksi sifilis pada anak sejal dalam kandungan

Jumat, 09 Januari 2015

SKL UN Fisika SMA 2014/2015


SKL UN Fisika SMA 2014/2015


Kisi-kisi Ujian Nasional Fisika SMA telah dikeluarkan oleh BSNP. Secara umum, materi yang diujikan dalam Ujian Nasional Fisika SMA meliputi :
  1. Pengukuran
  2. Mekanika
  3. Kalor dan mekanika
  4. Gelombang, Optik dan Bunyi
  5. Listrik dan Magnet
  6. Fisika Modern
Secara lengkapnya kompetensi dan indikatornya adalah sebagai berikut:
Kompetensi 1
Memahami prinsip-prinsip mengukuran besaran fisika secara langsung dan tidak langsung dengan
cermat, teliti dan objektif.
Indikator 
  1. Membaca hasil pengukuran suatu alat ukur dan menentukan hasil pengukuran dengan memperhatikan aturan angka penting.
  2. Menentukan resultan vektor dengan berbagai cara.
Kompetensi 2
Memahami gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik, benda tegar,
usaha, kekekalan energi, elastisitas, impuls, momentum dan masalah Fluida.
Indikator :
  1. Menentukan besaran-besaran fisis gerak lurus, gerak melingkar beraturan, atau gerak parabola.
  2. Menentukan berbagai besaran dalam hukum Newton dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Menentukan besaran-besaran fisis dinamika rotasi (torsi, momentum sudut, momen inersia, atau titik berat) dan penerapannya berdasarkan hukum II Newton dalam masalah benda tegar.
  4. Menentukan hubungan usaha dengan perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari atau menentukan besaran-besaran yang terkait.
  5. Menjelaskan pengaruh gaya pada sifat elastisitas bahan atau menentukan besaran-besaran terkait pada konsep elastisitas.
  6. Menentukan besaran-besaran fisis yang terkait dengan hukum kekekalan energi mekanik.
  7. Menentukan besaran-besaran fisis yang terkait dengan tumbukan, impuls atau hukum kekekalan
    momentum.
  8. Menjelaskan hukum-hukum yang berhubungan dengan fluida statik atau fluida dinamik dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi 3:
Memahami konsep kalor dan prinsip konservasi kalor, serta sifat gas ideal, dan perubahannya yang menyangkut hukum termodinamika dalam penerapannya pada mesin kalor.
Indikator :
  1. Menentukan pengaruh kalor terhadap suatu zat, perpindahan kalor atau asas Black dalam pemecahan masalah.
  2. Menjelaskan persamaan umum gas ideal pada berbagai proses termodinamika dan penerapannya.
  3. Menentukan besaran fisis yang berkaitan dengan proses termodinamika pada mesin kalor.
Kompetensi 4 :
Menganalisis konsep dan prinsip gelombang, optik dan bunyi dalam berbagai penyelesaian masalah dan
produk teknologi.
Indikator :
  1. Menentukan ciri-ciri dan besaran fisis pada gelombang.
  2. Menjelaskan berbagai jenis gelombang elektromagnet serta manfaat atau bahayanya dalam
    kehidupan sehari-hari.
  3. Menentukan besaran-besaran fisis yang terkait dengan pengamatan pada mikroskop atau teropong.
  4. Menentukan besaran-besaran fisis pada peristiwa interferensi dan difraksi.
  5. Menentukan besaran-besaran fisis yang berkaitan dengan peristiwa efek Doppler.
  6. Menentukan intensitas atau taraf intensitas bunyi pada berbagai kondisi yang berbeda.
Kompetensi 5:
Memahami konsep dan prinsip kelistrikan dan kemagnetan dan penerapannya dalam berbagai penyelesaian masalah.
Indikator :
  1. Menentukan besaran-besaran fisis yang mempengaruhi medan listrik dan hukum Coulomb.
  2. Menentukan besaran fisis fluks, potensial listrik, atau energi potensial listrik, serta penerapannya pada kapasitas keping sejajar atau pada rangkaian kapasitor.
  3. Menentukan besaran-besaran listrik pada suatu rangkaian berdasarkan hukum Kirchhoff.
  4. Menentukan induksi magnetik di sekitar kawat berarus listrik.
  5. Menentukan arah dan besar gaya magnetik (gaya Lorentz) pada kawat berarus listrik atau muatan listrik yang bergerak dalam medan magnet homogen.
  6. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi GGL induksi atau prinsip kerja transformator.
  7. Menentukan besaran-besaran fisis pada rangkaian arus bolak-balik yang mengandung resistor, induktor, dan kapasitor.
Kompetensi 6 :
Memahami konsep dan prinsip kuantum, relativitas, fisika inti dan radioaktivitas dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator :
  1. Menjelaskan berbagai teori atom.
  2. Menjelaskan besaran-besaran fisis terkait dengan peristiwa efek foto listrik/efek Compton.
  3. Menentukan besaran-besaran fisis terkait dengan teori relativitas.
  4. Menentukan besaran-besaran fisis pada reaksi inti atom.
  5. Menjelaskan macam-macam zat radioaktif atau pemanfaatannya.
Dengan memahami kompetensi dan indikator di atas, diharapkan kita bisa lebih menyiapkan diri dalam menghadapi ujian nasional fisika sma mendatang.

Kartun Fisika

Januari 09, 2015 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

Kartun Fisika

 Ada satu hal yang ingin kulakukan untuk menambahkan kartun sains dalam blog ini. Kayaknya asyik deh. Satu sisi belajar sains, sisi lainnya belajar menggambar (khususnya dalam bentuk kartun atau komik). Cara paling cepat, bagi saya yang bukan masuk tipe yang kreatif paling mengadaptasi dari buku yang sudah ada.

Seperti mengadaptasi buku "The Cartoon Guide To Physics", yang ditulis/digambar oleh Larry Gonick and Art Huffman.
Meskipun buku tersebut sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, dengan diberi judul Kartun Fisika. Buku tersebut hasil terjemahan dari Christina M. Udiani yang juga ada Pembaca Ahli-nya yaitu Yohanes Surya. Buku terjemahan itu diterbitkan oleh KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) tahun 2001.

Pola pikir ATM (Amati, Tiru Modifikasi) kayaknya relevan juga untuk membuat kartun sains. Baik untuk bidang fisika, kimia, biologi, astronomi dan juga bidang-bidang yang lain.

Kapan action-nya. Ya nanti dulu, ini masih menunggu mendapatkan versi e-booknya. Mudah-mudahan bisa cepet dapat.

Yang jelas, butuh banget dukungan dan kesabaran dari para pembaca./pengunjung blog www.sainsmedia.com ini agar proyek pembuatan kartun sains ini dapat terwujud. Apalagi yang mau bagi-bagi ilmu teknik menggambar/membuat kartun bahkan mau ikut berkontribusi.

Tetap semangat di tahun 2015, semangat ATM. Meski tidak bisa membuat karya yang orisinal, tapi dari lubuk hati yang mendalam tidak ada niatan untuk menjadi seorang plagiat. Terus belajar dan berkembang demi perkembangan pendidikan sains di negeri tercinta ini.

Oke...mana pensil..mana buku sketsa..action..action..action alias kerja...kerja...kerja.


Kamis, 08 Januari 2015

Mengenal Sains

Januari 08, 2015 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

Mengenal Sains

Pengertian
Sains dapat diartikan sebagai pengetahuan. Sains adalah ilmu pengetahuan alam yang mempelajari tentang alam dengan segala isinya. Sains mengkaji tentang makhluk hidup, benda mati dan peristiwa/perubahan-perubahan yang ada di alam.

Pembagian Sains
Sains terbagi dalam beberapa cabang ilmu, yaitu fisika, kimia, biologi, geologi, dan astronomi.
Fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang benda, yang berhubungan dengan gerak, gaya, energi dan perubahannya, suhu, kalor, cahaya, getaran, gelombang, listrik dan magnet.
Kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang zat-zat yang terkandung di dalamnya. Meliputi pengetahuan tentang atom, ion, molekul, unsur, senyawa, campuran, reaksi kimia, jenis-jenis zat (asam, basa, garam) dan sebagainya.
Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. 
Geologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi dan isinya.
Astronomi adalah ilmu yang mempelajari tentang tata surya, bintang, galaksi, dan alam semesta.

Bagaimana cara mempelajari sains?
Untuk mempelajari sains dapat dilakukan dengan pengamatan dan pengukuran.
Pengamatan adalah kegiatan menggunakan seluruh indra kita untuk mengamati suatu benda. Sedangkan pengukuran adalah kegiatan membandingkan ukuran suatu benda dengan alat ukur yang menjadi acuan.

Bagaimana memecahkan masalah-masalah dalam Sains?
Dalam sains dikenal adanya metode ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah sains. Langkah-langkah dalam melakukan metode ilmiah, yaitu :
  1. Merumuskan masalah
  2. Mengadakan observasi atau pengamatan
  3. Membuat hipotesis atau dugaan
  4. Melakukan eksperimen atau percobaan
  5. Menarik kesimpulan
Ya, terkait dengan metode ilmiah, kita pun bisa menjadi seorang saintis atau ilmuwan. Caranya bagaimana? Yang jelas, tentunya harus selalu berpikir ilmiah, 
Berikut ini sifat-sifat yang harus dimiliki seorang saintis :
  1. Jujur
  2. Rasa ingin tahu yang besar
  3. Teliti
  4. Terbuka
  5. Obyektif
Sains dan Hubungannya dengan Dunia Lain
  1. Sains dan Lingkungan
  2. Banyak hal yang dipelajari dalam sains terkait dengan lingkungan, misalnya tentang gunung, laut, savana, gurun, salju, gletser dan geiser.
  3. Sains dan Angkasa
  4. Apa saja yang dipelajari oleh sains ini? Misalnya tentang awan, kilat, guntur, pelangi, bulan, matahari, planet dan asteroid.
  5. Sains dan Teknologi Modern
  6. Di sini sains mengkaji mengenai komputer, CD/DVD, motor listrik, generator, perahu, kereta api, mobil listrik, pesawat terbang, radio, telegraf, satelit, telepon, televisi, laser, pesawat ulang alik dan nuklir.
  7. Sains dan Permasalahan yang ditimbulkan
  8. Perkembangan sains sendiri tidak selalu menguntungkan. Dampak yang merugikan juga besar, terkait dengan pencemaran/kerusakan lingkungan, Misalnya pencemaran baik pencemaran air, udara dan tanah. Dan kita mengenal juga global warming (pemanasan global) akibat pencemaran yang bertumpuk-tumpuk.
Dampak negatif perkembangan sains

Sumber bacaan :
Aryandi, Ari Wahyu. 2009. Mengenal Sains. PT Sarana Panca Karya Nusa.

SKL UN IPA : 28 Kepadatan Populasi Manusia dan Pengelolaan Lingkungan


SKL UN IPA : 28 Kepadatan Populasi Manusia dan Pengelolaan Lingkungan

Kompetensi :
Mendeskripsikan komponen ekosistem, interaksi antarmakhluk hidup dalam lingkungan, serta peran manusia dalam pengelolaan lingkungan.
Indikator :
Menjelaskan hubungan antara kepadatan populasi manusia dengan kualitas lingkungan berdasarkan
hasil pengamatan/kasus.
Materi
Jumlah populasi manusia bertambah. Otomatis, masalah yang ditimbulkan juga semakin banyak.
Masalah yang timbul akibat kepadatan penduduk
  1. Meningkatnya kebutuhan makanan dan air bersih.
  2. Meningkatnya pencemaran/kerusakan lingkungan
  3. Berkurangnya udara bersih dan lahan pertanian
  4. Berkurangnya daerah resapan air hujan
  5. Timbulnya pemukiman kumuh
Upaya untuk mengatasi kepadatan penduduk
  1. Menurunkan angka kelahiran (melalui program KB dan penundaan perkawinan)
  2. Melaksanakan pembangunan nasional di segala bidang
  3. Menambah lapangan kerja
  4. Meningkatkan kesadaran pendidikan
Akibat kepadatan penduduka

SKL UN IPA 27 : Upaya Mengatasi Pencemaran /Kerusakan Lingkungan

SKL UN IPA 27 : Upaya Mengatasi Pencemaran /Kerusakan Lingkungan

Kompetensi :
Mendeskripsikan komponen ekosistem, interaksi antarmakhluk hidup dalam lingkungan, serta peran manusia dalam pengelolaan lingkungan.
Indikator :
Menjelaskan usaha manusia untuk mengatasi pencemaran/kerusakan lingkungan.
Materi :
Aktifitas manusia banyak menimbulkan dampak pencemaran/kerusakan lingkungan. Seperti pendirian-pendirian pabrik yang menyebabkan berbagai pencemaran, seperti cerobong asap maupun  penggunaan bahan kimia. Penggunaan bahan bakar fosil dari motor/mobil pun menjadi penyumbang pencemaran udara di mana-mana, dari kota sampai pelosok desa.
Untuk itu, mutlak sekali peran manusia dalam upaua mengatasi pencemaran/kerusakan lingkungan yang telah diperbuatnya.
Pencemaran lingkungan meliputi pencemaran udara, air, dan tanah.
Bahan pencemar udara
  1. Karbon monoksida (CO) yang dapat menghambat pengikatan oksigen oleh hemoglobin darah.
  2. Hidrokarbon yang dapat bereaksi dengan nitrogen oksida dan di bawah pengaruh sinar matahari membentuk smog. Smog tersebut berbentuk gas yang menyebabkan rasa pedih jika mengenai mata.
  3. Sulfur oksida yang dapat menyebabkan terjadinya batuk, bronkitis, dan penyempitan saluran pernapasan pada manusia serta mengakibatkan hujan asam yang merusak tanaman.
  4. Chlorofluorocarbon (CFC) yaitu gas yang berasal dari buangan lemari es, AC, parfum dan hairspray. Gas ini menguraikan ozon di lapisan atmosfer, sehingga mengakibatkan lapisan ozon tipis.
  5. Debu yang bercampur dengan partikel dapat menyebabkan gangguan saluran pernapasan dan iritasi mata.
Bahan pencemar air
Bahan pencemar air dapat dibedakan menjadi sampah rumah tangga dan pabrik, limbah cair rumah tangga dan pabrik, serta asam belerang (H2S) dan amonia (NH3).
Bahan pencemar tanah
Bahan pencemar tanah, antara lain pestisida, plastik bekas, kaleng bekas, dan benda-benda lain yang tidak dapat terurai.

Upaya Manusia
Upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh manusia untuk mengatasi pencemaran/kerusakan lingkungan adalah sebagai berikut :
  1. Reboisasi
  2. Mencegah penebangan hutan dan menerapkan tebang pilih
  3. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil
  4. Membuat sengkedan di daerah pegunungan
  5. Mengolah limbah sebelum dibuang
  6. Menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan (mudah terurai oleh mikroorganisme tanah)
  7. Mengurangi penggunaan bahan kimia (pestisida, pupuk buatan dll)
INGAT 4R : Reduce : kurangi pemakaian
Reuse : gunakan kembali
Recyle : daur ulang
Replace :ganti dengan bahan lain
Akibat pencemaran air

Bahan Bacaan :
Waldjinah dkk, 2013. Detik-Detik Ujian Nasional Ilmu Pengetahuan Alam Tahun Pelajaran 2013/2014. Intan Pariwara
Karnoto, Bambang K, dkk. 2012.  SPM Plus Sukses Menghadapi UN SMP/MTs. Erlangga