• LinkedIn
  • Subcribe to Our RSS Feed

Minggu, 04 Januari 2015

SKL UN 20 : Unsur, Senyawa, Campuran

Januari 04, 2015 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

SKL UN 20 : Unsur, Senyawa, Campuran

Kompetensi :
Memahami klasifikasi zat serta perubahannya.

Indikator :
Mendeskripsikan unsur, senyawa dan campuran termasuk rumus kimia.

Materi :
1. Unsur
Unsur adalah zat murni yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa.
Contoh unsur :
oksigen (O), karbon (C), hidrogen (H), nitrogen (N), kalsium (Ca), fosfor (P), kalium (K), belerang (S), magnesium (Mg) dan sebagainya.

2. Senyawa
Senyawa adalah zat murni yang masih dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa.
Pada senyawa, perbandingan massa unsur-unsur yang membentuknya adalah tetap.
Misalnya pada air yang tersusun dari unsur hidrogen dan oksigen dengan perbandingan 1 : 8.
Artinya, 1 gram hidrogen akan tepat bereaksi dengan 8 gram oksigen membentuk 9 gram air.
Apa yang terjadi, jika tersedia 2 gram hidrogen dengan 8 oksigen. Apakah akan menghasilkan 10 gram air?
Berdasarkan aturan tentunya tidak demikian. Jumlah air yang terbentuk sebanyak 9 gram, tetapi ada 1 gram hidrogen yang tidak bereaksi.

1 gram hidrogen + 8 gram oksigen --> 9 gram air
2 gram hidrogen + 8 gram oksigen --> 9 gram air + sisa 1 gram oksigen

Pada senyawa, sifat-sifat unsur penyusunnya sudah tidak nampak pada senyawa yang terbentuk.
Contoh, sifat air (tidak terbakar) berbeda dengan penyusunnya yaitu hidrogen (mudah terbakar) dan oksigen (zat yang dibutuhkan dalam pembakaran)

3. Campuran
Campuran adalah materi yang tersusun dari dua atau lebih zat murni dan sifat-sifat zat murni masih dapat dipertahankan.
Pada campuran, sifat asal penyusunnya masih kelihatan. Misalnya pada air kopi, dengan rasa air dan kopinya masih terasa. Demikian juga saat membuat kopi susu, maka pahitnya kopi dan manisnya susu pun masih terasa.
Pada campuran, komposisi penyusunnya pun bebas. Misalnya bikin kopi susu, berapapun jumlah kopi atau susunya asalkan diaduk merata pun akan bercampur. Jika kopinya ditambah, pun rasanya semakin pahit.
Contoh lain campuran, adalah baja (campuran besi dan karbon), stainless steel (campuran besi, krom, dan nikel).
Udara, tanah, air gula, air garam juga termasuk contoh campuran.
Air laut termasuk senyawa atau campuran?


SKL UN IPA 19 : Asam, Basa dan Garam

Januari 04, 2015 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

SKL UN IPA 19 : Asam, Basa dan Garam

Kompetensi :
Memahami klasifikasi zat serta perubahannya.

Indikator :
Mendeskripsikan larutan asam, basa, atau garam.

Materi :
1. Asam 
Ciri-ciri asam :
- mempunyai rasa masam
- bersifat korosif (menyebabkan karat)
- mengubah kertas lakmus biru menjadi merah
- menghasilkan ion H+
Asam banyak terdapat pada buah-buahan yang berasa masam (jeruk, mangga, tomat) dan sayuran.
Asam juga terdapat pada tubuh manusia, yaitu asam lambung. Di samping itu asam juga banyak dibuat manusia, seperti pada aki (asam sulfat).
Contoh asam dalam kehidupan sehari-hari :
- Asam asetat /cuka  (CH3COOH) pada larutan cuka
- Asam klorida (HCl) pada lambung
- Asam sulfat (H2SO4) pada cairan aki
- Asam karbonat (H2CO3) pada minuman berkarbonasi

2. Basa
Ciri-ciri basa :
- mempunyai rasa pahit
- bersifat kaustik (merusak kulit)
- terasa licin jika terkena kulit
- mengubah kertas lakmus merah menjadi biru
- mengandung ion OH- (hidroksil)
Contoh basa dalam kehidupan sehari-hari:
- Alumunium hidroksida (Al(OH)3) pada obat sakit lambung
- Natrium hidroksida (NaOH)/soda api pada sabun cuci dan pembersih saluran air
- Magnesium hidroksida (Mg(OH)2) pada obat pencahar
Basa banyak terdapat pada sabun, detergen, pembersih lantai, pasta gigi dan lain-lain.

3. Garam
Garam dapat terbentuk antara asam dan basa sehingga umumnya netral (reaksi penetralan).
Contoh :
HCl + NaOH -->NaCl + H2O
Asam klorida + Natrium hidroksida --> Natrium klorida/garam dapur + air

Gambar berikut berturut-turut merupakan contoh dari asam, basa, dan garam.








Sabtu, 03 Januari 2015

SKL UN IPA 18 : Atom, Ion, dan Molekul

Januari 03, 2015 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

SKL UN IPA 18 : Atom, Ion, Molekul

Kompetensi :
Mendeskripsikan konsep atom, ion dan molekul dihubungkan dengan produk kimia sehari-hari.

Indikator :
Mendeskripsikan atom, ion, dan molekul serta hubungannya dengan produk kimia sehari-hari

Materi :
1. Atom Atom adalah partikel terkecil suatu unsur yang tidak bisa diuraikan (dibagi-bagi) lagi dengan reaksi kimia biasa.

2. Ion
Ion adalah atom atau gugus atom yang bermuatan listrik.
Ion dibedakan menjadi ion negatif (anion) dan ion positif (kation).
Contoh :
Ion positif : H+, Li+, Na+, K+, Ca2+, Mg2+, Al3+
Ion negatif : F-, Cl-, Br-, I-, SO42-, NO3-

3. Molekul
Molekul adalah kumpulan atom-atom sejenis maupun tidak sejenis yang berikatan secara kimia.
Molekul dibedakan menjadi molekul unsur dan molekul senyawa.
Molekul unsur tersusun dari atom-atom yang sejenis. Misalnya : O2, H2, P4, S8 dan lain-lain.
Molekul senyawa tersusun dari atom-atom yang tidak sejenis. Misalnya : H2O, CO, CO2, SO4 dan lain-lain.'

Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut :


Rabu, 24 Desember 2014

Sains Keberuntungan

Desember 24, 2014 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

bongTidak sengaja menemukan buku berjudul The Science of Luck : 12 Rahasia Menciptakan Keberuntungan Secara Ilmiah. Buku ini ditulis oleh Bong Chandra, seorang enterpreneur muda yang sukses di bidang properti sebagai developer.
Sebenarnya, gak yakin juga akan mampu melahap buku ini dengan cepat. Cuma kok, judulnya bikin penasaran. Saya kira, pembahasan sains atau IPA hanya sebatas pada ilmu fisika, kimia, biologi. Mungkin dipecah lagi ada astronomi, ilmu kebumian dan cabang sains lainnya.
Tetapi di sampul depan maupun belakang ada testimonial dari orang-orang hebat, seperti Ippho Santosa, Andrie Wongso, Merry Riana, dan James Gwee yang bisa memberi jaminan jika keberuntungan bisa dicapai secara ilmiah (baca : saintifik).
Ilmiah berarti bisa dipelajari. Artinya keberuntungan bukan sekedar kebetulan atau takdir, tetapi ada ilmunya sendiri yang bisa dipelajari oleh semua orang. Setelah dipelajari, tentunya ilmu tentang keberuntungan ini benar-benar diterapkan agar keberuntungan itu datang.
Keberuntungan adalah fakta, persiapan, dan tindakan yang membawa kita menuju tempat yang diharapkan. Begitu kata penulisnya.
Artinya dari awal memang harus ada perencanaan matang, ada perubahan pola pikir atau “mindset” dan tentunya ada tindakan nyata untuk mencapainya.

SKL UN IPA 17 : TATA SURYA

Desember 24, 2014 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

Kompetensi :
Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi didalamnya.
Indikator :
Menjelaskan ciri-ciri anggota tata surya atau peredaran bumi-bulan terhadap matahari.
Materi :
Tata Surya
1. Tata Surya adalah suatu sistem dengan matahari sebagai pusat dikitari planet dan benda-benda antar planet seperti asteroid, komet, dan meteroid
2. Ada 8 (delapan) planet dalam tata surya kita : Merkurius,Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus
3. Planet yang dapat dilihat dengan mata telanjang : Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus
4. Pengelompokan planet :
a. Bumi sebagai pembatas
1) Planet inferior : Merkurius dan Venus
2) Planet superior : Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto
b. Lintasan asteroid (terletak antara planet Mars dan Jupiter) sebagai pembatas
1) Planet dalam (inner planet) : Merkurius, Venus, Bumi, Mars
2) Planet luar (outer planet) : Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto
c. Ukuran dan komposisi bahan penyusunnya
1) Planet terrestial (kebumian) : Merkurius, Venus, Bumi, Mars
Planet Jovian (raksasa) : Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus
5. Gerak sebuah planet dalam orbitnya mengelilingi matahari disebut revolusi. Perputaran planet mengitari porosnya disebut rotasi.
6. Satelit adalah suatu planet kecil yang mengitari sebuah planet sebagai pengiring.
7. Asteroid adalah benda antar planet berupa bongkahan batu, yang terletak antara sabuk Mars dan Jupiter.
8. Komet adalah benda antarplanet berupa bongkahan es dan debu, yang meluncur sangat cepat melintasi tata surya.
Komet tampat paling terang dengan ekor paling panjang ketika berada di perihelium (titik terdekat dengan matahari).
9. Meteor adalah benda angkasa yang bergerak dengan cepat dan lintasannya tidak beraturan. Meteor yang sampai ke bumi disebut bintang jatuh atau meteroid.
Bumi Sebagai Planet
1. Bentuk bumi tidak bulat sempurna, tetapi agak pepat di kedua kutubnya dan agak mengembang di sekitar khatulistiwa.
2. Bumi berotasi satu kali mengitari porosnya dalam waktu 1 hari (23 jam 56 menit 4,09 detik) dengan arah “timur” yaitu dari barat ke timur dan berlawanan dengan arah perputaran jarum jam.
Akibat rotasi bumi :
a. pergantian siang dan malam
b. gerak semu harian benda langit
c. penggembungan di khatulistiwa dan pemepatan pada kedua kutub bumi
d. perbedaan waktu untuk tempat-tempat yang berbeda derajat bujurnya.
Setiap 10 berbeda 4 menit atau setiap 150 berbeda 1 jam.
3. Bumi berevolusi satu kali mengitari matahari dalam waktu 365 ¼ hari (tepatnya 365 hari 6 jam 9 menit 20 detik).
Akibat revolusi bumi :
a. pergantian musim
b. perubahan lamanya siang dan malam
c. gerak semu tahunan matahari
d. terjadinya rasi bintang yang berbeda dari bulan ke bulan
4. Kalender Masehi atau kalender surya didasarkan pada perhitungan revolusi bumi.
5. Bulan sebagai satelit bumi.
Bulan tidak memiliki atmosfer sehingga :
a. suhu di permukaan bulan dapat berubah dengan cepat
b. bunyi tidak dapat merambat
c. langit di bulan tampak hitam kelam
d. di bulan tidak ada kehidupan
Bentuk bulan yang berbeda-beda oleh pengamat di bumi disebabkan oleh perbedaan bagian sinar matahari yang mengenai separoh muka bulan yang menghadap bumi.
image
6. Peristiwa terhalangnya sinar matahari menuju bulan oleh bumi disebut gerhana bulan.
Gerhana bulan terjadi malam hari saat bulan purnama.
7. Peristiwa terhalangnya sinar matahari menuju bumi oleh bulan ddisebut gerhana matahari.
Gerhana matahari terjadi siang hari saat bulan baru/perbani.
8. Penyebab utama pasang surut air laut adalah gravitasi bulan, disamping pengaruh gravitasi matahari.
Pasang besar terjadi pada saat bulan purnama atau bulan baru. Pasang kecil terjadi ketika bulan pada saat kuartir awal dan kuartir akhir.

SKL UN IPA 16 : Induksi Elektromagnetik

Desember 24, 2014 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

Kompetensi :
Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator :
Menjelaskan peristiwa induksi elektromagnetik atau penerapannya pada transformator.
Materi :
Induksi Elektromagnetik
1. Induksi elektromagnetik disebabkan oleh perubahan jumlah garis gaya magnet yang dicakup dalam kumparan.
2. Cara menghasilkan ggl induksi :
a. Menggerakkan magnet keluar-masuk kumparan
b. Memutar magnet dalam kumparan dan sebaliknya
c. Memutis-menyambung arus primer penginduksi kumparan sekunder
Contoh :
image
3. Besarnya GGL induksi dipengaruhi oleh :
a. jumlah lilitan
b. kuat medan magnet yang digunakan
c. kecepatan gerak magnet keluar masuk kumparan
d. Banyaknya lilitan
Transformator
T
1. Transformator : mengubah besarnya tegangan AC (bolak-balik)
a. Transformator step-up (penaik tegangan)
VS > VP, NS > NP, IS < IP
b. Transformator step-down (penurun tegangan)
VS < VP, NS < NP, IS > IP
Berlaku :
image
image
untuk transformator ideal (η =1), berlaku
image
VP,S = tegangan primer, sekunder (V)
NP,S = jumlah lilitan primer, sekunder
IP,S = arus primer, sekunder (A)
PP,S = daya primer, sekunder (W)
η = efisiensi transformator

Senin, 22 Desember 2014

Implikasi Relativitas (3) : Massa Relativistik

Seperti halnya dengan panjang dan waktu, massa juga termasuk besaran relativistik. Massa suatu benda yang diamati oleh pengamat yang diam disebut massa diam (m0).  Massa benda yang diamati oleh pengamat yang bergerak terhadap benda dengan kelajuan v disebut massa relativistik Messenger.
Massa relativistik lebih besar dari massa diamnya.
image
image
Contoh :
Seseorang bermassa 60kg di bumi. Berapakah massa orang tersebut ketika berada dalam roket yang meluncur dengan kecepatan 0,8c?
Penyelesaian :
Massa diam orang (m0) = 60 kg
Kelajuan roket v = 0,8c => v/c = 0,8
image
Massa orang dalam roket yang diukur oleh pengamat di bumi adalah massa relativistik m, sehingga :
image

SKL IPA 15 : Cara Membuat Magnet

Desember 22, 2014 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

Kompetensi :
Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator :
Menjelaskan cara pembuatan magnet dan kutub-kutub yang dihasilkan.
Materi :
Cara membuat magnet
a. menggosok
b. menggunakan arus listik (elektromagnet)
c. induksi (mendekatkan magnet tanpa menyentuh)
image
Menentukan kutub utara pada elektromagnetik : tangan kanan menggenggam kumparan, putaran keempat jari sama dengan arah putaran arus dan ibu jari menunjukkan kutub utaranya.
Contoh :
Seorang siswa menggosokkan sebuah magnet dengan batang batang besi seperti pada gambar berikut :
image
Jenis kutub magnet L yang digosokkan dan kutub magnet P dan Q yang dihasilkan dalam percobaan dicatat dalam tabel berikut :
Percobaan kutub L ujung P ujung Q
1 K. utara K. selatan K. utara
2 K. selatan K. utara K. utara
3 K. utara K. utara K. selatan
4 K. selatan K. selatan K. utara

Hasil yang benar dilakukan pada percobaan ke ….
Jawab :
2 dan 4

Minggu, 21 Desember 2014

SKL UN IPA 13 : Rangkaian Listrik

Desember 21, 2014 // by Arsyad Riyadi // , , , // No comments

Kompetensi :
Memahami konsep kelistrikan dan kemagnetan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator :
Menentukan besaran-besaran listrik dinamis dalam suatu rangkaian (seri/paralel, Hukum Ohm atau
Hukum Kirchhoff) serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Materi :
Hukum Ohm
V = I R atau
image
V = tegangan (Volt)
I = kuat arus listrik (A)
R = hambatan (ohm atau Ω)
1. Hukum I Kirchoff : ∑Imasuk = ∑Ikeluar
1. Rangkaian seri resistor (pembagi tegangan)
· I = I1 = I2 = I3
· V = V1 + V2 + V3
· RS = R1 + R2 + …
· untuk n hambatan yang sama :
RS = n R
untuk n hambatan yang sama :
RS = n R
1. Rangkaian paralel resistor (pembagi arus)
· V = V1 = V2 = V3
· I = I1 + I2 + I3
image
untuk n hambatan yang sama :
image
untuk dua buah hambatan  :
image
Contoh :
Perhatikan gambar rangkaian listrik berikut !
clip_image002
Bila voltmeter tampak pada gambar menunjukkan angka 120 Volt, maka ....
image
Jawab :
Saklar terbuka

Rp = 40 Ω + 80 Ω = 120 Ω
image
Saklar tertutup
image